Beranda DESAKU Warga Belum Paham Larangan Karhutla

Warga Belum Paham Larangan Karhutla

211
0

TANJUNG KEMUNING – Masyarakat awam di Kabupaten Kaur mayoritas masih belum paham dengan aturan yang melarang membuka lahan dengan cara dibakar, karenabisa mengakibatkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal ini menjadi tantangan bagi aparat kepolisian untuk memberikan pemahaman. Sehingga pencegahan (preventif) melalui sosialisasi mesti lebih dikedepankan dibandingkan tindakan hokum (represif).

Faktanya, sampai saat ini masih ada ditemukan warga yang membakar hutan saat membuka lahan kebun baru. Bahkan, mencapai luas lahan lebih satu hektare. Kurangnya pemahaman warga atas imbauan aparat ini menarik perhatian kepolisian untuk memprogramkan sosialisasi lebih maksimal lagi. Bila diambil tindakan represif, perbuatan Karhutla bisa dikenakan sanksi hukum dengan penjara 10 tahun atau denda Rp 1 miliar. Seperti halnya di Desa Beriang Tinggi Kecamatan Tanjung Kemuning, Selasa (4/8), salah seorang warganya membakar lahan yang akan digarap menjadi lokasi pertanian.

“Masih banyak warga yang belum paham akan maksud dan tujuan menpencagahan Karhutla oleh kepolisian. Untuk lebih memaksimalkan sosialisasi ini, dijadwalkan langsung ke warga khususnya petani yang akan membuka lahan baru,” ujar Kapolsek Tanjung Kemuning Polres Kaur Polda Bengkulu, Iptu Rabnus Supandri, S. Sos, kemarin (5/8).

Menurut Kapolsek, temuan adanya titik api yang dilakukan oleh petani ini membuktikan bahwa belum sepenuhnya masyarakat paham dan mengerti akan ancaman pidana atas Karhutla. Karenanya, warga yang kedapatan membakar lahan dengan sengaja ini diberi pembinaan lebih.

Yang bersangkutan juga membuat surat pernyataan diatas materai Rp 6.000 berjanji tidak akan mengulangi lagi pembakaran lahan. Sebelumnya, dilakukan pembinaan kepada warga supaya memahami dan mengerti bahaya Karhutlah serta ancaman pidananya. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat mampu mencerna dengan baik apa yang disampaikan kepada mereka.

“Sosialisasi Karhutla akan dikemas sedemikian rupa agar masyarakat mampu mencernah dengan baik. Tidak hanya sebatas memasang spanduk dan imbauan. Namun, anggota kepolisian melalui Bhabinkamtibmas akan langsung bertemu dan menyampaikan kepada warga,” tandas Kapolsek.(xst)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here