Beranda Berita Utama Ulak Bandung Terpilih Pioner Kebudayaan Desa

Ulak Bandung Terpilih Pioner Kebudayaan Desa

608
0
IST/RKa
JIL BELANDA : Kepala BPNB Sumbar beserta rombongan didampingi Pemdes Ulak Bandung berfoto bersama didepan cagar budaya Jil Belanda di Kecamatan Muara Sahung, Sabtu (12/6).

RKa ONLINE, MUARA SAHUNG – Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung terpilih menjadi salah satu dari 359 desa se-Indonesia, program Pemajuan Kebudayaan Desa yang merupakan program Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) RI tahun 2021.

Ada dua desa lain di Provinsi Bengkulu yang menjadi percontohan dalam program platform kerjasama membangun desa mandiri, melalui peningkatan ketahanan budaya dan kontribusi budaya desa. Program itu merupakan salah satu program prioritas Dirjen Kebudayaan, didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) tersebut, yakni Desa Jenggalu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma dan Desa Talang Buai Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko.

“Kami telah bertemu Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH untuk membahas hal ini. Desa Ulak Bandung menjadi salah satu desa yang terpilih menjadi pioner untuk program pemajuan kebudayaan desa. Ke depannya, dengan bekerjasama dengan TVRI Bengkulu, nantinya akan dibuat sebuah film tentang tradisi Kabupaten Kaur,” ujar Kepala Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat (Sumbar), Undri, SS, M.Si dalam kunjungan kerja (kunker) di Desa Ulak Bandung, Sabtu (12/6).

Dalam kunker ini, Undri yang didampingi penggiat Budaya Kemendikbud-Ristek RI untuk Kabupaten Kaur, Meki Elyantoni, S.Pd dan staf Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Kaur, Hertawan, S.IP. Mendapat sambutan hangat Kades Ulak Bandung, Didi Hirawansah, S.Pd beserta perangkat.

Meki Elyantoni melanjutkan, menjadi menjadi salah satu dari 3 desa di Provinsi Bengkulu sebagai pioneer Program Pemajuan Kebudayaan Desa, merupakan sebuah tanggung jawab yang tak mudah. Dalam eksekusi penyusunan rencana kerja program ini nanti, akan disusun oleh seluruh unsur desa. Tak hanya pemerintahan desa (pemdes), namun juga melibatkan tokoh masyarakat (Tomas) dan organisasi Karang Taruna.

“Jika nantinya Ulak Bandung dinilai berhasil dalam program ini, maka kedepan pihak kementerian akan memfasilitasi untuk program-program selanjutnya. Karenanya diharapkan sinergi semua unsur desa untuk suksesnya program ini,” ujar Meki.




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here