Beranda Bengkulu Selatan Titik LGBT Berubah, Perbarui Peta Rawan Bencana

Titik LGBT Berubah, Perbarui Peta Rawan Bencana

82
0
REGA/RKa
AMBIL DATA: Tim UNIB sedang melakukan pengambilan data lapangan untuk pembuatan peta rawan bencana, Jumat (13/08).

RKA ONLINE, BENGKULU SELATAN (BS) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) bekerjasama dengan Universitas Bengkulu (UNIB) akan memperbarui peta daerah rawan bencana di Kabupaten BS. Sejak tahun 2011, peta daerah rawan bencana milik Kabupaten BS belum dilakukan perbaikan. Padahal, titik rawan bencana meliputi Longsor, Gempa Bumi, Banjir dan Tsunami (LGBT) pada tahun 2021 dengan peta tahun 2011 banyak perubahan.

Kepala BPBD BS, Yarusdi,S.Sos melalui Sekretaris, Assilawati,MSi mengatakan perbaruan peta daerah rawan bencana dilakukan karena ada beberapa titik di tahun 2021 sudah ditetap menjadi lokasi rawan bencana. Sedangkan, dipeta tahun 2011 lokasi tersebut belum masuk daerah rawan bencana, sehingga dilakukan perubahan. Salah satunya wilayah Kecamatan Pino. Di tahun 2021 menjadi daerah rawan bencana. Selain itu, peta daerah rawan bencana milik Kabupaten BS diperbaiki karena belum mempunyai legalitas.

“Ya, kita melakukan kerjasama dengan UNIB untuk melakukan perubahan peta daerah rawan bencana. Karena, ada beberapa lokasi ditahun ini masuk dalam titik rawan bencana. Tadinya kita ingin bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Namun berhubung anggaran minim, sehingga kita memilih untuk kerjasama dengan UNIB,” ungkapnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (13/08).

Lanjutnya, ada empat perubahan dalam peta daerah rawan bencana di tahun 2021 yakni, Longsor, Gempa Bumi, Banjir dan Tsunami (LGBT). Perubahan peta daerah rawan bencana ini berdasarkan kajian dan alat pendeteksi yang dimiliki oleh pihak Unib. Untuk target selesai pembuatan peta daerah rawan bencana dibulan November mendatang. Sebab, saat ini tim sudah bergerak kelapangan mengambil data rawan bencana.

“Insyaallah bulan November peta rawan bencana sudah clear,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kepada Pemerintahan Desa (Pemdes) dirinya juga berharap melalui Dana Desa (DD) agar kiranya ikut membuat peta rawan bencana. Supaya masyarakatnya bisa mengetahui lokasi yang menjadi rawan bencana di desanya. (rjs)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here