Beranda DESAKU Tersandung Hukum, BPD Di-PAW

Tersandung Hukum, BPD Di-PAW

138
0
BAHMAN/RKa
FOTO BERSAMA : Kades Selasih, Mursi Efendi dan Pemdes, anggota BPD dan panitia pemilihan BPD berfoto bersama Camat Kaur Selatan (KS), Alimin Safi’i, S.Pd dan Kapolsek KS Iptu Surya R Purnama, SH, MH, kemarin (10/8).

BINTUHAN – Melalui panitia pemilihan, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Selasih Kecamatan Kaur Selatan (KS) ditetapkan. Penetapan BPD 2020-2026 bersama Pemerintah Desa (Pemdes) bertempat di halaman rumah Kades, Mursi Efendi, kemarin (10/8). Ikut dihadiri, Kapolsek Kaur Selatan, Iptu Surya R Purnama, SH, Camat KS, Alimin Safi’i, S.Pd dan lima anggota BPD.

Ketua Pemilihan BPD Selasih, Rusdan menuturkan, setelah penetapan anggota BPD maka akan dibentuk calon Pengganti Antar Waktu (PAW). Ini berdasarkan masukan dari Kapolsek KS dan Camat. PAW berdasarkan aturan pemerintah. Lantaran dengan disiapkan calon PAW maka ke depan bila ada anggota BPD tersandung masalah hukum, meninggal dan sebagainya, dari panitia sudah mempersiapkan petugas PAW.

“Dalam waktu dekat akan membentuk calon PAW melalui musyawarah bersama panitia pemilihan dan anggota BPD. PAW akan dipilih secara acak nantinya. Bisa saja 10 orang calon PAW,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kades Selasih, Mursi Efendi, dirinya membenarkan jika panitia pemilihan BPD akan membentuk calon PAW. Ini bertujuan mempersiapkan jika anggota BPD tidak dapat menjalankan tugas lagi. Lantaran tersandung hukum, meninggal atau pindah domisili.

“BPD yang akan meneruskan jabatan BPD yang lama, kedepan dapat menjalankan tugas dengan baik serta dapat memberikan masukan untuk kemajuan desa,” harapnya.

Serupa disampaikan Camat KS, dirinya menyampaikan anggota BPD dapat menjalankan tugas serta memberikan masukan serta ide pada Pemdes. Sehingga desa kedepan berkemajuan dan mengalami peningkatan dalam segala bidang. Begitu juga disampaikan Kapolsek KS juga berpendapat demikian. Namun secepatnya membentuk calon PAW. Agar roda pemerintahan desa tetap berjalan lancar.

“Tugas BPD dapat memberikan masukan serta ide kepada Pemdes untuk kemajuan desa,” terangnya.

Sementara, Ketua BPD, Arif Sahroni dan anggota, Andri Gunawan, Busran, Mesi Sari dan Erna Sustati. Mereka menjabat BPD tidak melalui pemilihan. Namun berdasarkan kesepakatan panitia pemilihan BPD, Pemdes dan tokoh masyarakat serta warga. Ini lantaran calon BPD sebelumnya ada enam orang dan yang satunya mengundurkan diri. Mereka mulai aktif bertugas akhir bulan September 2020. (man)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here