Beranda Bengkulu Selatan Terima Tamu Asal Bogor, IRT Hilang Penciuman

Terima Tamu Asal Bogor, IRT Hilang Penciuman

86
0

BENGKULU SELATAN (BS) – Salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Padang Libar Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Lr (41) mendatangi Puskesmas Pino dengan keluhan hilang penciuman sejak 4 hari lalu. Setelah dilakukan rapid test oleh petugas kesehatan, hasilnya reaktif. Kemudian, Lr diarahkan untuk melakukan swab test di Rumah Sakit Hassanudin Damrah (RSUHD) guna memastikan keadaan. Sebelumnya, pasien mengaku mendapatkan tamu atau mendah dari Bogor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BS Yarusdi, S.Sos melalui Sekretaris BPBD sekaligus Satgas Penangan Covid 19, Assilawati, M.si membenarkan, ada salah satu warga Kecamatan Pino reaktif dari hasil rapid test. Untuk memastikan apakah terkonfirmasi Covid-19 atau tidak, pihaknya meminta Puskesmas Kecamatan Pino dan Satgas Kecamatan (Camat Pino) untuk mengarahkan pasien ke RSUHD melakukan test swab. Dari hasil mengakuan pasien sebelumnya, dirinya mendapatkan tamu dari Bogor pada saat pesta pernikahan. Usai melakukan kontak langsung kepada tamu tersebut belum lama pasien hilang penciuman sampai saat ini. Dimana gejala tersebut merupakan salah satu gejala Covid-19.

“Pengakuan pasien dirinya mendapat mendah dari Bogor dalam acara resepsi pernikahan. Tidak lama usai kontak langusung dengan tamu, pasien mulai hilang penciman,” ujarnya, Selasa (24/11) saat di temui di ruang kerjanya.

Lanjutnya, pasien akan di test swab di RSUHD Manna untuk memastikan keadaan. Karena, dari hasil rapid test pasien reaktif. Dengan dilakukan test swab maka akan diketahui pasien positif atau tidak. Dirinya berharap hal ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Kabupaten BS agar terus mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) karena, yang ditakutkan Kabupaten BS membuka klaster baru Covid-19.

“Kita harapkan, pasien saat dilakukan test swab tidak positif Covid-19. Saya juga berharap kepada warga khususnya Kabupaten BS agar bijak saat keluar rumah dengan menerapkan Prokes. Sebab, kita tidak tahu dengan siapa kita berbica terpapar Covid-19 atau tidak teman kita berbicara. Dengan mematuhi Prokes maka BS tidak ada lagi yang terpapar Covid-19,” katanya.

Ditambahnya, saat ini satgas penanganan Covid-19 terus melakukan sosialisasi masker bahkan melakukan razia masker di Kabupaten BS. Untuk menyadarkan masyarakat dan memberitahu masyarakat bahayanya wabah Covid-19 ini. Dengan tetap mematuhi standar Prokes maka wabah Covid-19 di BS tidak ada lagi. Namun, dengan catatan Prokes harus tetap di taati.

“Jika masyarakat memang patuh pada standar Prokes maka tidak ada lagi yang namanya masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19,” ujar dia. (rjs)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here