Beranda Berita Utama Tambak Panen, Petani Menjerit

Tambak Panen, Petani Menjerit

192
0

BINTUHAN – Keberadaan tambak mestinya memberikan keuntungan bagi warga di sekitar lokasi. Namun, kondisi terbalik dialami dua petani sawah di dekat tambak udang milik Hj Khadijah yang berlokasi di Desa Suka Rami Kecamatan Kaur Tengah. Sawah milik Zailan (53) dan Hamdan (51) warga Desa Suka Banjar Kecamatan Tetap rusak dan tidak menghasilkan sejak empat tahun terakhir. Lantaran air tambak masuk ke sawah mereka.

“Untuk kerusakan sawah dua petani yang lokasinya bersebelahan dengan tambak milik Hj Khadijah sudah berlangsung empat tahun terakhir. Setelah dilakukan mediasi, pengusaha tambak siap memenuhi tuntutan dua petani sawah tersebut,” ungkap Kades Suka Banjar, Nurlian Efendi, S.Sos, Minggu (23/8).

Luas sawah yang tidak bisa dimanfaatkan sekitar 300 meter persegi. Jika dilakukan penanaman padi, lanjut Kades, hampir dipastikan akan gagal. Padi tidak akan bisa tumbuh normal. Karena ada kebocoran pembuang limbah tambak. Apalagi saat tambak udang panen. Sehingga air tambak yang bocor masuk ke sawah Zailan dan Hamdan.
Setelah dilakukan mediasi beberapa kali, ungkap Kades, petambak siap memenuhi tuntutan warga dengan mengganti rugi kerusakan sawah dan membuat siring pasang pembuangan air tambak. Kesepakatan masih secara lisan, karena penggelola tambak masih menunggu uang ganti rugi dari pemilik tambak Rp 10 juta atau Rp 5 juta per orang. Uang ganti rugi akan diserahkan Selasa besok (25/8).

Selain itu, pemilik tambak bersedia membuat parit dengan menggunakan karpet dan dibuat permanen. Untuk pembuangan limbah tambak. Pajang siring yang akan dibangun 163,5 meter, lebar sekitar 100 cm dan 60 cm serta kedalaman 130 cm. Pembangunan siring dilakukan setelah panen tambak.

Sudah Punya Izin
Usaha tambak udang milik Hj Khadijah di Desa Suka Rami telah memiliki izin lengkap. Dengan adanya kejadian ini, pemilik tambak diminta untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Sehingga tidak merugikan masyarakat.

“Untuk tambak Hj Khadijah telah memiliki izin lengkap. Walaupun memiliki izin, jika usaha tersebut merugikan masyarakat atau lebih banyak mudarot dari manfaat, bisa saja izin usaha tersebut dicabut,” ungkap Kadis Perikanan Kabupaten Kaur, Edwar Heppy, S.Sos. (ujr)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here