Beranda Berita Utama Tak Terima Hitung Ulang, Cakades dan Panitia WO

Tak Terima Hitung Ulang, Cakades dan Panitia WO

789
0
UJANG/RKa
PROTES : Cakades Jawi Didi Haryanto menyampaikan protes di Forum Panitia Pilkades Kabupaten Kaur terkait keputusan hitung ulang surat suara Pilkades, Rabu (24/3).

BINTUHAN – “Saya atas nama Cakades nomor urut 03 tidak terima dengan keputusan forum Pilkades atau keputusan Bupati (untuk melakukan penghitungan ulang surat suara, red). Sedangkan langkah yang akan diambil, masih akan didiskusikan dengan masyarakat,” tandas Cakades Jawi, Didi Haryanto, Rabu (24/3).

Setelah Sekda Kaur H Nandar Munadi, M.Si membacakan keputusan Bupati tentang penghitungan ulang hasil Pilkades Jawi, Cakades nomor urut 3 atas nama Didi Haryanto mengajukan protes. Menurutnya hasil Pilkades yang ada sudah sesuai dengan kesepakatan panitia Pilkades tingkat desa dan Pilkades harus diulang atau Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Tidak terima penghitungan ulang, Cakades Didi Haryanto memilih keluar atau Walk Out (WO) dari forum sosialisasi keputusan Bupati Kaur tentang sengketa Pilkades Jawi. WO juga dilakukan ketua dan tiga panitia Pilkades Jawi. Dari lima orang panitia Pilkades.

Menurut Didi, panitia Pilkades tingkat desa sudah benar dan semua panitia sudah membubuhkan tanda tangan di berita acara. Apabila dikaitkan dengan Perbup, menurutnya, kinerja Pemda sendiri perlu dipertanyakan. Mustahil dalam 10 bulan, Perbup Pilkades berubah hingga tiga kali. Membuat masyarakat sangat kebingungan.

Sekda menjelaskan, keputusan Bupati tersebut sudah melalui kajian secara hukum dan fakta yang terjadi di lapangan. Sehingga Bupati Kaur memutuskan untuk melaksanakan penghitungan ulang hasil Pilkades Jawi. Yang akan dilaksanakan panitia Pilkades Jawi dan difasilitasi oleh panitia Pilkades Kabupaten. Sebab, dalam melakukan penghitungan, ada aturan yang terlewatkan oleh panitia Pilkades desa dan hal itu sudah diakui oleh panitia sebagai suatu kelalaian.

Apabila panitia Pilkades tidak menjalankan amanah tersebut, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diminta memecat panitia Pilkades dan membentuk panitia baru.
Sekda menambahkan, walaupun keputusan ini tidak diterima oleh pihak yang merasa dirugikan, maka masih ada jalan hukum yang bisa ditempuh, yaitu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Tidak terima penjelasan Sekda, Cakades Didi langsung meninggalkan forum pertemuan dan diikuti oleh panitia Pilkades yang ada.

Sebagaimana diketahui, pada Pilkades serentak 28 Februari lalu, dua Cakades, Didi Haryanto dan Yendra Haito sama-sama memperoleh suara terbanyak atau draw. Dari tiga Cakades yang bertarung. (ujr)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here