Beranda Tak Berkategori Suhu Politik Panas, Masyarakat Butuh Pendingin

Suhu Politik Panas, Masyarakat Butuh Pendingin

93
0

TANJUNG KEMUNING – Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memasuki tahapan penetapan calon tetap dan menyusul pencabutan nomor urut Pasangan Calon (Paslon). Seiring waktu berjalan, suhu politik jelang pungut hitung suara terus memanas. Guna menurunkan tensi panas, masyarakat membutuhkan mesin pendingin yang hebat. Pendingin bukan terbuat dari mesin elektronik, namun hadirnya para tetua yang memberi wejangan kepada masyarakat. Setidaknya, peran para ulama yang berdiri tegak lurus diantara kedua sisi. Tidak terlibat dalam urusan politik praktis, ulama yang tidak terkontaminasi dengan urusan dunia politik.

“Peran tetua dan alim ulama yang masih konsisten dengan dakwah sebagai mesin pendingin suhu politik tampaknya perlu diberdayakan. Sehingga, tetap memupuk rasa persaudaraan dalam lingkaran iman,” ujar Nardi Tasman (49) warga Desa Aur Ringit Kecamatan Tanjung Kemuning, Rabu (23/9).

Tepung setawar yang diberikan oleh alim ulama ini tentu dapat menyelamatkan umat, khususnya masyarakat di Kabupaten Kaur dari perpecahan sesama, sambungnya. Sebagai bangsa yang demokratis berpegang teguh pada Pancasila dan Bhineka Tungga Ika tentu wajib menjunjung tinggi segala perbedaan. Cita-cita bangsa yang luhur, meskipun beda pandangan namun tetap satu dalam bingkai persaudaraan yang kuat. Tetap menjaga kestabilan lingkungan, menuju masyarakat yang aman, damai dan kondusif. Biarkan semua mengalir mengikuti alurnya masing-masing. Jangan dipaksakan harus berbelok ke arah tertentu demi mencapai tujuan atau kepentingan kelompok.

“Kebhinekaan harus tetap dipatri dalam hati. Sehingga, mampu menjaga kondusifitas masyarakat. Lingkungan yang kondusif akan berbuah masyarakat yang produktif,” tutupnya.(xst)

 





LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here