Beranda Metropolis Sektor Pertanian Menjadi Penopang Ekonomi di Kaur

Sektor Pertanian Menjadi Penopang Ekonomi di Kaur

118
0
Kepala BPS Kaur, Iin Inayati, SST, MM

BINTUHAN – Sektor pertanian di Kabupaten Kaur merupakan salah satu sektor penopang utama perekenomian. Sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani. Komoditas yang dihasilkan dari sektor pertanian salah satunya meliputi hortikultura atau budidaya tanaman kebun dan perkebunan lainya. Ini merupakan data di “Kabupaten Kaur Dalam Angka 2021” yang telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kaur beberapa waktu lalu.

Pada Radar Kaur (RKa), Rabu (15/9), Kepala BPS Kaur, Iin Inayati, SST, MM menjelaskan, data statistik hortikultura di Kaur terdiri atas sayuran buah semusim, buah sayuran tahunan, tanaman biofarmaka atau tanaman obat dan tanaman hias. Pada tahun 2020 lalu, jenis tanaman sayuran buah semusim yang memiliki luas panen terbesar di Kaur adalah kacang panjang, yaitu 288 hektare. Namun, jika dilihat dari produksi yang dihasilkan, cabai merupakan hasil terbesar yaitu, 3,6 ton.

“Sementara jenis tanaman buah sayur tahunan yang menghasilkan volume produksi terbesar adalah mangga yaitu, sebesar 25,5 ribu ton. Untuk produksi terkecil adalah manggis yang hanya menghasilkan sebesar 680 ton saja. Kabupaten Kaur juga menghasilkan tanaman biofarmaka yang berguna bagi obat-obatan. Produksi terbesar tanaman biofarmaka di Kaur tahun 2020 lalu adalah jahe yaitu, sebesar 577,11 ton. Sedangkan produksi terkecil adalah lempuyang yaitu sebesar 7 kilogram saja,” beber Kepala BPS.

Tambah Kepala BPS, sementara tanaman perkebunan di Kaur terdiri dari kelapa sawit, kelapa, karet, kopi dan kakao. Pada tahun 2020 lalu perkebunan yang memiliki luas terbesar adalah kelapa sawit yaitu, 8,9 ribu hectare. Sedangkan yang terkecil yaitu, perkebunan kakao yaitu, 1,77 ribu hektare saja. Ditahun lalu produksi yang dihasilkan dari kelapa sawit mencapai 20,78 ribu ton.

Sedangkan untuk tanaman pangan, lebih lanjutnya, terdiri dari, tanaman padi dan palawija. Tanaman palawija terdiri atas jagung, ubi kayu, dan kacang tanah. Pada tahun 2020 lalu luas panen tanaman padi mencapai 7,5 hektare. Yang mana menghasilkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun lalu mencapai 31,7 ton lebih.

Dia juga mengingatkan, menyambut Hari Statistik Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 26 September, yang disahkan Undang-Undang Perstatistikan. Yang mana HSN bukan hanya milik BPS, tetapi semua masyarakat turut terlibat dalam mengupayakan terwujudnya data yang berkualitas. BPS menyajikan data untuk menunjukkan kondisi yang sebenarnya atau dengan kata lain memotret kondisi lewat data.

Dijelaskan, 26 September merupakan hari perayaan HSN. Perayaan HSN mempunyai makna untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya statistik, meningkatkan peran serta masyarakat dalam statistik dan mendorong para pelaku statistik untuk terus melakukan kegiatan statistik sesuai kaidah yang berlaku.

“Untuk mengetahui perkebangan pertanian pada tahun 2021 ini, saat ini BPS Kaur melaksanakan Survei Pertanian Terintergrasi (SITASI) pada 22 September hingga 05 November 2021 mendatang. Terdapat empat pilar utama satistik pertanian yaitu, produksi tanaman dan ternak, keadaan sosial ekonomi pertanian, ongkos produksi dan neraca pertanian nasional,” tandas Iin Inayati selaku Kepala BPS Kaur.(roh)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here