Beranda Berita Utama Sebelum Depresi dan Gantung Diri, Merantau ke Bali

Sebelum Depresi dan Gantung Diri, Merantau ke Bali

199
0

Berita Sebelumnya https://radarkaur.id/sempat-hilang-pemuda-kaur-gantung-diri/

IST/RKa
GANTUNG DIRI: Edi Sopan (22) pemuda Desa Suka Menanti Kecamatan Maje ditemukan tewas gantung diri, Kamis (10/6) pukul 04.40 WIB.

RKa ONLINE, MAJE – Diduga karena tertekan batin atau depresi lantaran kakak kandungnya mengalami gangguan jiwa. Edi Sopan (22) bujang Desa Suka Menanti Kecamatan Maje mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Ia menggantung diri dengan seutas tali rapiah menjerat lehernya di dalam kamar. Dengan cara mencantolkan tali ke kayu tulang plafon. Bujang ini ditemukan keluarga sudah tewas menjelang pagi, Kamis (10/6) pukul 04.40 WIB.

Diketahui, sebelum melakukan aksi nekat ini, ia sempat tidak pulang ke rumah saat pergi ke kebun, Senin (7/6) lalu. Namun ia berhasil ditemukan 18 jam kemudian oleh masyarakat yang melakukan pencarian di kebun sawit dalam kondisi lemas, Selasa (8/6). Setelah berhasil ditemukan, pemuda ini terus diberikan motivasi dan masukan oleh keluarga besarnya. Tapi karena diduga terus tertekan, ia nekat untuk mengakhiri hidupnya.

Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK,MH melalui Kapolsek Maje Ipda Cahya Prasada Tuheteru, S.Tr.K, MH melalui Kanit Reskrim Aipda Wahyu Handoko, SH membenarkan, pemuda yang sempat tidak pulang dari kebun ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya. Pihaknya mendatangi langsung ke rumah tempat kejadian perkara (TKP).

“Atas permintaan keluarga dengan membuat surat pernyataan. Jenazah korban tidak dilakukan otopsi. Pihak keluarga telah menerima ikhlas kejadian ini,” jelasnya.

Terpisah, Kades Suka Menanti Burmawan mengatakan, pemuda yang meninggal karena gantung diri ini dikebumika di tempat pemakaman umum (TPU) desa mereka. Pada awalnya, pemuda ini dikenal memiliki pribadi yang baik. Bahkan, sebelumnya ia pernah bekerja di Pulau Bali. Namun lantaran kakaknya mengalami masalah mental, ia kemudian disuruh pulang oleh keluarga.

“Kalau berdasarkan keterangan keluarga almarhum. Aksi nekat ini dilakukan karena merasa tertekan akibat persoalan dialami kakaknya. Saat ini kakaknya sedang diobati di RSJ Provinsi Bengkulu,” jelasnya. (mrn)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here