Beranda Berita Utama Salah Paham Anak Gadis Dibawa Bujangan, Sempat Berseteru

Salah Paham Anak Gadis Dibawa Bujangan, Sempat Berseteru

279
0
HERPIN/RKa
DAMAI : Bhabinkamtibmas Polsek Kaur Utara Bripka Dadang Afruzi,SH mendamaikan perseteruan warga di Desa Tanjung Betung I Kecamatan Kaur Utara, Rabu (4/8).

RKa ONLINE, KAUR UTARA – Polsek Kaur Utara mendamaikan kesalahpahaman orang tua atas belum pulangnya anak gadis sampai magrib tiba. Kejadian beberapa hari yang lalu, ada anak gadis salah satu warga Desa Tanjung Betung II Kecamatan Kaur Utara belum pulang sampai magrib. Orang tua anak mendapatkan informasi bahwa anaknya ada di rumah salah satu bujangan di Desa Bungin Tambun 2. Hal itu kemudian menimbulkan kesalahpahaman.

Namun setelah diselidiki dengan cermat anak gadis tersebut tidak ada di rumah sang bujang. Akan tetapi kecurigaan keluarga anak gadis itu telah menimbulkan kecemasan pada bujangan warga Bungin Tambun 2 Kecamatan Padang Guci Hulu. Sehingga menjadi beban, karena takut mendapatkan celaka.

Keterangan Roy Martin warga Tanjung Betung II, bahwa si anak gadis adalah warga Desa Tanjung Betung II Kecamatan Kaur Utara. Karena kesalahan info bahwa anak gadis tersebut belum pulang sampai magrib di rumah si bujang di Desa Bungin Tambun 2 Kecamatan Padang Guci Hulu.

“Awalnya terdengar kabar anak gadis ada di rumah Dini Saputra (27) warga Desa Bungin Tambun 2. Tetapi setelah ditemui anak gadis tidak ada di rumah, karena kesalahpahaman ini, sempat menimbulkan masalah. Untungnya Pemdes dan Bhabinkamtibmas Polsek Kaur Utara dengan sigap cepat menyelesaikan,” kata Roy Martin, suami Kades Tanjung Betung 2.

Bhabinkamtibmas Polsek Kaur Utara Bripka Dadang Afruzi,SH, dia mengatakan sudah mendamaikan kedua belah pihak. Terjadi dua kesepakatan kedua belah pihak berjanji tidak akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Jika di kemudian hari terjadi hal serupa si bujang membawa anak gadis tanpa pamit orang tua maka akan dituntut secara hukum.

“Sebenarnya ini tugas dari orang tua yang harus mengawasi anak-anaknya. Tidak akan terjadi hal demikian jika pengawasan itu ada. Apalagi si bujang orang tuanya ada di kebun, sudah hal biasa namanya saja anak bujang dan gadis, yang terpenting masalah ini bisa cepat didamaikan sehingga tidak menimbulkan masalah baru,” kata Dadang.(pin)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here