Beranda Berita Utama Saksi Tolak Tanda Tangan, Keamanan Logistik Dipertebal

Saksi Tolak Tanda Tangan, Keamanan Logistik Dipertebal

116
0
UJANG/RKa
SUPERVISI : Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Siti Baroroh melihat langsung Gudang Logistik KPU Kaur, Minggu (13/12). Turut mendampingi Komisioner KPU Kaur Divisi Data Sirus Legiyati, S.Pd.

TANJUNG KEMUNING – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di enam kecamatan Eks Kaur Utara rampungkan pleno rekapitulasi perolehan suara Pasangan Calon (Paslon) kepala daerah. Kecamatan Lungkang Kule dan Padang Guci Hilir (Pagulir) rampungkan pleno pada Sabtu (12/12) pukul 05.00 WIB, sedangkan Kecamatan Tanjung Kemuning selesai pada Minggu (13/12) pukul 04.30 WIB. Pleno berjalan lancar, meskipun diwarnai protes dari Paslon Bupati-Wakil Bupati (Wabup) nomor urut 1. Di akhir pleno, saksi Paslon nomor urut 1 menolak menandatangani Berita Acara (BA) hasil pleno PPK. Tidak ditandatanganinya BA pleno ini disebabkan banyak sanggahan yang dinilai tidak direspon PPK. Sehingga, hasil rekapitulasi tersebut tidak ditandatangani saksi.

Pantauan Radar Kaur (RKa), rapat pleno di PPK berjalan lancar namun diwarnai beberapa aksi perdebatan dari saksi Paslon nomor urut 1. Diantara protes yang diajukan saksi, ada yang sudah diakomodir dan ditelusuri sehingga hasilnya diterima. Namun, ada beberapa sanggahan yang tidak diakomodir sehingga saksi keberatan dan mengisi form keberatan atas hasil pleno PPK.

Keberatan diajukan mengingat adanya indikasi pelanggaran dan mark up suara. Diantaranya, adanya dugaan pemilih yang mendapat suara untuk Paslon bupati double. Selain itu, saksi meminta untuk pengecekan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang menggunakan hak pilih menggunakan KTP elektronik. Kemudian, saksi meminta untuk cek kotak suara guna memastikan Daftar Pemilih Pindahan (DPPh) yang menggunakan form A5 dari Panitia Pemungutan Suara (PPS). Karena tidak diakomodir, saksi Paslon 01 mengajukan form keberatan dan tidak menandatangani BA pleno.

Tim pemenangan Paslon nomor urut 01, Almisi mengatakan, saksi yang hadir dalam rapat pleno rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPK tidak menandatangani BA hasil. Namun, saksi mengisi form keberatan dan akan dikupas habis pada saat rapat pleno di tingkat kabupaten. Penolakan tanda tangan ini disebabkan oleh beberapa protes tidak diakomodir saat pleno di PPK. Form keberatan sudah diisi oleh saksi dan akan dicek pada saat pleno di kabupaten.

“Kami belum menandatangani BA pleno di tingkat PPK. Karena itu, akan dikupas habis pada saat pleno kabupaten,” ungkap Almisi, Minggu (13/12) pukul 03.45 WIB.
Sementara itu, ketua PPK Tanjung Kemuning, Bobi Iskandar mengatakan, pleno PPK sudah selesai. BA dan logistik Pilkada sudah dikirim ke KPU. PPK tinggal menunggu jadwal pleno di kabupaten. Sedangkan, untuk BA tidak ditandatangani oleh saksi Paslon nomor urur 01 benar adanya. Namun, PPK tetap menyampaikan hasil pleno ke KPU Kaur.

“Pleno di PPK sudah selesai, meskipun tidak menandatangani BA, PPK tetap memberikan salinan hasil pleno kepada saksi Paslon nomor urut 01 dengan menandatangani tanda terima salinan hasil BA,” ungkap Bobi Iskandar.

Di PPK Kaur Selatan, saksi Paslon Gusril-Medi juga tidak membubuhkan tanda tangan. Dengan alasan, permintaan dari saksi tidak bisa dipenuhi oleh PPK. Walaupun ada saksi yang tidak membubuhkan tanda tangan, hasil pleno tetap diserahkan ke KPU Kaur.

“Untuk pleno tingkat PPK sudah rampung. Hasil pleno tingkat Kecamatan sudah diserahkan ke KPU Kaur. Sedangkan untuk logistik juga sudah diserahkan ke KPU dan disimpan di Gudang Logistik,” ungkap Ketua PPK Kaur Selatan, Arif Fiantoni, Minggu (13/12).

Menurut Arif, rapat pleno cukup menguras fisik. Karena pleno berakhir hingga pukul 05.00 WIB subuh. Pleno hingga larut malam dikarenakan banyaknya protes dari saksi Paslon Gusril-Medi. Walaupun begitu, tidak ada kendala yang berarti. Walaupun saksi Paslon Gusril-Medi tidak membubuhkan tanda tangan hasil pleno.

Hal yang sama dilakukan saksi Paslon Gusril–Medi di Kecamatan Maje dan Nasal. Menolak menandatangani hasil rapat pleno terbuka. Saksi tidak bersedia menandatangani Berita Acara (BA) model D hasil KWK dengan alasan masih keberatan.

Berdasarkan hasil pleno perolehan suara Paslon Bupati dan Wakil Bupati pada 41 tempat pemungutan suara (TPS), Paslon Gusril-Medi mendapatkan suara 4.770 suara, sedangkan Paslon H. Lismidianto, MH – Herlian Muchrim, ST mendapatkan 3.879 suara. Dari jumlah pemilih tetap (DPT) 9.867 orang pemilih.

Sedangkan di Kecamatan Nasal dari DPT 10.890 orang pemilih. Paslon Gusril-Medi mendapatkan dukungan 5.206 suara. Sedangkan Paslon Lis-Heri mendapatkan 4.247 suara.

Untuk Paslon Gubernur Bengkulu nomor urut satu Helmi Hasan – H. Muslihan Diding Soetrisno (alm) mendapatkan suara 3.424 suara, Paslon nomor dua DR. H. Rohidin Mersyah, MM – DR. H. Rosjonsyah, S.IP, M.Si mendapatkan 3.968 suara dan Paslon nomor tiga Agusrin Maryono- Dr.Ir. H. Imron Rosyadi, MM, M.Si mendapatkan 1.784 suara.

“Rapat pleno untuk hasil Pilkada sudah selesai Minggu dini hari (13/12). Semua berjalan baik dan lancar. Kegiatan dikawal anggota Polri dan TNI. Memang untuk hasil rapat pleno saksi Paslon 01 Bupati Kaur tidak mau tanda tangan. Hanya saja kami tidak mempersoalkan hal tersebut. Terpenting kami melakukan rapat pleno sesuai dengan hasil ril di semua TPS,” terang Ketua PPK Maje, Leki Fratama, A.Md.

Terpisah, Ketua PPK Nasal Ibnu Saleh melalui Divisi Data dan Informasi A. Razied membenarkan, bahwa saksi Paslon Bupati nomor urut 01 tidak menandatangani hasil rapat pleno.

“Saksi tidak mau tandatangan hasil pleno. Kendati demikian, hasil rapat pleno sudah selesai. Rapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi ril di TPS. Tanpa ada penambahan atau pengurangan suara Paslon tertentu. Baik itu untuk Paslon tingkat kabupaten maupun provinsi,” tandasnya.

Keamanan Dipertebal Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pengamanan gudang logistik KPU Kaur dipertebal dengan menambah personel. Sebelumnya anggota Polres Kaur yang melakukan pengamanan lima orang. Ditambah lima personel lagi.

“Untuk pengamanan gudang logistik KPU Kaur dipertebal. Dengan menambah personel lima anggota Brimob. Dengan harapan tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi,” ungkap Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, SIK,MH melalui Kabag Ops AKP Fahrul Ikhwan, SH, Minggu (13/12).Anggota yang melakukan penjagaan gudang logistik, diberikan tugas 24 jam non-stop dengan sistem bergantian.

“Tahapan Pilkada di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan, red) sudah rampung. Pengamanan fokus ke gudang logistic. Anggota Brimob yang melakukan pengamanan di Kecamatan Kaur Selatan difokuskan ke Gudang Logistik,” terang perwira yang dekat dengan media ini.

Penambahan personel pengamanan gudang logistik, lanjutnya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Kabag Ops percaya masyarakat Kaur sudah bijak dan tidak mudah terprovokasi dengan hal yang bisa merugikan diri sendiri.
“Mari jaga Kaur dari hal yang bisa mencoreng nama daerah. Jangan ingin menjadi korban para elit politik dan bisa merugikan diri sendiri,” pesan perwira putra daerah ini.

//Pleno Seluruh PPK Tuntas

Seluruh Panitia Pemiliha Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Kaur sudah menuntaskan pleno rekapitulasi hasil perolehan suara Cagub-Cawagub dan Cabup-Cawabup. Secara umum, pelaksanaan pleno 15 PPK tersebut berjalan aman. Selanjutnya akan digelar pleno tingkat Kabupaten Kaur yang dijadwalkan Selasa beok (15/12).

“Untuk pleno tingkat kecamatan, semuanya sudah rampung dan berjalan dengan aman. Begitu juga dengan logistik, semuanya sudah ditarik dari PPK dan disimpan di Gudang Logistik,” terang Komisioner KPU Kaur, Divisi Teknis Penyelanggara, Irpanadi, S.IKom, Minggu (13/12).

Setelah pleno tingkat Kabupaten, selanjutnya akan ditetapkan perolehan suara terbanyak hasil Pilkada 2020. Penetapan tersebut akan dikirim ke Provinsi untuk mengikuti pleno tingkat Provinsi Bengkulu.

//KPU Provinsi Turun

Sementara itu, Komisinor KPU Provinsi Bengkulu Divisi Data Siti Barorah melakukan kunjungan ke Kabupaten Kaur. Disambut dan didampingi Komisioner KPU Kaur Divisi Data Sirus Legiyati, S.Pd, meninjau langsung gudang logistik.
“Kunjungan ke Kaur untuk memastikan seluruh tahapan Pilkada berjalan tepat waktu. Mengingat pleno tingkat Provinsi akan segera dilaksanakan,” ungkap Siti Baroroh, Minggu (13/12).

Dia juga mengingatkan seluruh komisoner KPU Kaur untuk terus melakukan koordinasi dengan pihak keamanan dalam mencegah hal yang tidak diinginkan.
Komisioner KPU Kaur Divisi Data Sirus Legiyati, S.Pd mengatakan, seluruh PPK se-Kabupaten telah melakukan pleno tingkat kecamatan. Selanjutnya dijadwalkan tanggal 15 Desember akan digelar pleno tingkat Kabupaten dan tanggal 16 akan dilakukan pleno tingkat Provinsi Bengkulu.

Alhamdulillah, berkat pihak keamanan dan kesadaran masyarakat, Pilkada Kaur berjalan aman dan damai,” tutup Sirus Legiyati. (xst/ujr/mrn)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here