Beranda Ragam Ritual Paliare, Simbol Tolak Balak

Ritual Paliare, Simbol Tolak Balak

20
0

RKa ONLINE – RITUAL Palire yang dilakukan Desa Muara Dua Kecamatan Nasal setiap tahun pada awal bulan Muharram merupakan simbol tolak balak yang dilakukan warga setempat. Pada saat kegiatan ini semua warga wajib mengumpulkan satu jiwa satu batang lemang. Untuk 2021 ini ada 1.164 batang lemang terkumpul. Dengan jumlah ini maka diketahui jumlah jiwa warga setempat.

Pada kegiatan inti dilakukan pembacaan doa di depan tiga tong besar air. Setelah melalui proses ritual dilakukan sesepuh desa. Maka air dibagikan kepada warga untuk digunakan. Baik itu untuk dicucikan ke muka atau dicampur untuk air mandi. Sedangkan lemang itu setelah melalui proses ritual dilangsungkan akan dikembalikan ke warga pemiliknya. Selanjutnya, bisa dinikmati bersama keluarga atau orang lain.

Kades Muara Dua Ansori membenarkan, Paliare ini sebuah simbol bermunajatnya warga untuk mengharapkan keselamatan desa kepada Allah SWT. Dengan cara ritual yang telah dilakukan secara turun temurun. Pada kesempatan ini juga disampaikan wejangan asal muasal warga desanya sampai dengan hal – hal berbau mistis.

“Ini tradisi yang sudah mendarah daging bagi warga kami. Dari semua proses kegiatan semuanya bermuara meminta keselamatan pada Allah SWT. Sebab hanya kepadanyalah kita meminta. Semua yang dilakukan ini adalah bagian usaha dan upaya yang dilakukan,” sebutnya.

Dalam pemahaman warga, sebut Kades Muara Dua, tapi memang pernah terjadi. Ada satu tahun tidak dilakukan ritual Paliare. Maka terjadi musibah di desanya yang membuat warga kesal. Karena itulah walau dalam kondisi apapun kegiatan ini tetap dilakukan warga. Bagi warga jika mereka pemerintahan desa melarang. Maka menjadi tolak ukur dalam kegiatan pemerintah untuk mensejahterakan warga.

“Kami pemerintahan desa sepenuhnya melakukan tugas untuk warga. Jadi walau dalam kondisi PPKM sekalipun kegiatan tetap dilakukan hanya saja dibatasi. Tidak boleh seperti yang dilakukan sebelumnya. Karena jika saya tidak memperbolehkan. Maka dampak besar akan timbul bagi kami pemerintahan desa,” kata dia.

DILAKSANAKAN SECARA SEDERHANA

Karena ada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). maka kegiatan tahunan tepatnya 10 muharam di Desa Muara Dua Kecamatan Nasal tidak dilakukan seperti tahun sebelumnya. Kegiatan ini tetap dilakukan tapi dilakukan dengan sederhana. Tidak ada mengundang masyarakat bersuku Semende dari luar desa. Bahkan, warga setempat juga dibatasi kehadirannya. Bagi warga yang hadir dalam kegiatan ini wajib mematuhi protokler kesehatan (Prokes) dengan tetap menjaga jarak dan memakai masker.

Kades Muara Dua Ansori membenarkan, bahwa kegiatan tahunan Paliare merupakan tradisi turun temurun yang harus dilaksanakan di desanya. Karena itulah supaya kegiatan tetap berjalan dengan sesuai harapan warganya. Maka acara ini dilaksanakan tapi dengan sederhana. Kepada warga disampaikan dengan detail. Bahkan acara ini dilakukan sederhana karena ada aturan pemerintah melarang pengumpulan warga dalam jumlah banyak.

“Benar kegiatan Paliare tetap kami lakukan. Tapi tidak semeriah tahun – tahun sebelumnya. Karena ini bentuk kepatuhan kami akan ketentuan pemerintah tentang PPKM,” sebutnya.

Terpisah, tokoh masyarakat Bakhtiar (60) mengakui, bahwa kegiatan ini sebuah simbol tolak balak yang dilakukan secara turun temurun. Maka sebuah cela besar bagi Kades jika tidak mau memberikan izin kegiatan tersebut. Kegiatan ini merupakan pilihan tersulit bagi Kades sekarang. Tapi dengan penuh keterbukaan kegiatan tetap dilakukan. Hanya saja kegiatan hanya dilaksanakan sederhana.

“Saya paham akan kesulitan Kades dalam kegiatan ini. Tapi dengan kebersamaan kami memberikan penjelasan kepada masyarakat. Maka kegiatan tetap dilakukan hanya sederhana saja,” sebutnya. (mrn)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here