Beranda Tak Berkategori Pesta Menjamur, Sekolah Masih Daring

Pesta Menjamur, Sekolah Masih Daring

101
0

KAUR UTARA – New normal pada masa transisi Covid-19 tidak berbanding lurus dengan harapan. Masyarakat seakan lupa akan ancaman penyebaran virus, kegiatan pesta pernikahan jauh dari standar protokol kesehatan. Sedangkan dunia pendidikan bagi generasi emas tetap dipaksa harus mentaati ketentuan protokol. Dengan pola belajar daring, sepekan dua kali tatap muka. Kondisi ini menurunkan prestasi siswa. Dengan dalih menjaga keselamatan anak dari ancaman virus. Namun, di sisi lain ancaman jutsru datang dari dalam keluarga. Orang tua yang bebas menghadiri kerumunan pesta hajatan adalah pintu masuk penyebaran Covid-19. Padahal, pendidikan lebih penting dari pesta hiburan.

Menurut Hasnovi Tristawan (51) warga Desa Tanjung Betung I Kecamatan Kaur Utara, pemangku kebijakan harus mampu mengimbangi upaya pencegahan virus. Bukan menekan aktivitas sekolah dilarang belajar tatap muka seperti biasa, namun disisi lain keran pesta dibuka selebar-lebarnya. Ancaman virus terhadap anak bukan hanya terjadi di sekolah, namun dalam lingkungan keluarga jauh lebih besar.

“Satu celah ditutup, namun di sisi lain dibuka lebar pintu masuk penyebaran Covid-19. Takut virus menyebar di sekolah, akan tetapi pintu yang lebih rentan dibuka,” ujarnya, Selasa (25/8).

Sambungnya, untuk memutus rantai penyebaran virus maka jangan ada satupun celah yang terbuka. Karantina penuh, sehingga menutup kemungkinan masuknya virus, paparnya kepada Radar Kaur (RKa). Lanjut pria paruh baya ini, harapan masyarakat upaya pencegahan harus dilaksanakan secara maksimal. Jangan setengah hati, karena belajar daring yang ditetapkan pemerintah akan menyebabkan menurunnya prestasi anak. Selain itu, pelajar mulai bosan dengan pola belajar seperti saat ini. Ada baiknya, pesta hiburan pada malam ataupun siang dibatasi jumlah undangan. Penerapan protokol kesehatan benar-benar dipertegas. Bagi penyelenggara pesta yang tidak menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) wajib disanksi.

“Jangan tutup satu pintu, namun pintu yang lain dibuka lebar. Semoga ada langkah tegas dalam pencegahan atau memutus penyebaran virus di masa new normal,” tandasnya.(xst)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here