Beranda Pendidikan Peserta PembaTIK 2021 Kaur Urutan 2 Terendah

Peserta PembaTIK 2021 Kaur Urutan 2 Terendah

178
0

Se-Provinsi Bengkulu

RADARKAUR.ID- Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, kembali membuka pendaftaran pelatihan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (PembaTIK) tahun 2021. Dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Dengan jumlah 60 peserta, Kabupaten Kaur menempati urutan kedua peserta terendah se-Provinsi Bengkulu.

Untuk total peserta PembaTIK tahun 2021 level 1 untuk Provinsi Bengkulu berjumlah 1.008 orang. Kabupaten Rejang Lebong menjadi peserta terbanyak dengan total 183 orang. Sedang untuk peserta tersedikit berasal dari Kabupaten Mukomuko dengan total 38 orang. Total peserta level 1 PembaTIK dari Provinsi Bengkulu tahun ini, mengalami kenaikan hingga 100 persen. Pada tahun 2020 lalu, jumlahnya yakni 554 orang.

“Titik finis dari ikut pelatihan PembaTIK yang dilakukan Pusdatin Kemendikbud ini, yakni menjadi Duta Rumau Belajar (DRB). Sangat disayangkan, padahal selama dua tahun berturut-turut, peserta asal Kabupaten Kaur selalu menjadi DRB untuk Provinsi Bengkulu,” sampai DRB terbaik se-Indonesia tahun 2019, M Jarnawi, M.Pd pada RKa, Minggu (25/4).

Jarnawi menjelaskan, PembaTIK adalah sebuah ajang yang digelar Kemendikbud RI, dalam meningkat kepedulian atas literasi pembelajaran berbasis TIK, sehingga nanti diharapakan dapat membantu tenaga pengajar, dalam penerapan TIK dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Terlebih ditengah suasana pandemi covid-19 seperti saat ini, dimana tak maksimalnya dilakukan pembelajaran tatap muka, yang selama ini dinilai masih menjadi metode belajar terbaik.

Program PembaTIK, dilakukan sejalan dengan beberapa program di Pusdatin Kemendikbud seperti Rumah Belajar, praktik pembelajaran dan menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan paradigma abad 21.

“Standar kompetensi TIK ini terdiri dari empat level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi. Guru yang berstatus PNS maupun nonPNS dapat mengikuti program PembaTIK tersebut,” jelas Jarnawi.

Tak hanya meningkat komptensi seorang tenaga pengajar untuk memanfaatkan iptek dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Keikut sertaan dalam pelatihan ini, peserta berkesempatan untuk menjadi DRB tahun 2021. Namun untuk meraihnya, peserta harus melewati 4 level dalam PembaTIK.

Pelaksanaan program terdiri dari empat level yakni Bimtek Daring Level 1 (Literasi TIK) pada April hingga Juli 2021, Bimtek Daring Level 2 (implementasi daring level 2) pada Mei hingga Juli 2021, Bimtek Daring Level 3 (Kreasi TIK) pada Mei hingga Juli 2021, dan Bimtek Tatap Muka Level 4 (Berbagi TIK).

“Kalau terpilih jadi DRB, itu pasti ada tunjangannya. Bisa jadi narasumber dimana-mana. Dan yang pasti kompetensi sebagai guru akan meningkat. Namun, bila mengutamakan finansial. Seseorang takkan bisa jadi DRB,” tegasnya. (yie)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here