Beranda Berita Utama Perdana Divaksin Covid-19, Sekda: “Efeknya cuma Pegal”

Perdana Divaksin Covid-19, Sekda: “Efeknya cuma Pegal”

180
0


HERY/RKa
INJEKSI: Sekda Kaur H Nandar Munadi, S.Sos, M.Si menjadi orang pertama di Kabupaten Kaur yang mendapat injeksi vaksin covid-19 Sinovac, Selasa (2/2).

SEMIDANG GUMAY – “Setelah menerima vaksin, efeknya cuma pegal-pegal seperti disuntik pada umumnya”. Begitulah ungkapan Sekda Kaur, H Nandar Munadi, S.Sos, M.Si setelah menerima injeksi vaksin covid-19 buatan Sinovac. Dia menjadi orang pertama yang mendapat vaksinasi pada program vaksinasi covid-19 di Kabupaten Kaur. Suntikan kedua diberikan pada Kapolres Kaur Polda Bengkulu, AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, MH. Berikutnya Kajari Kaur, Nurhadi Puspandoyo, SH, MH dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bintuhan, Purwanta, SH, MH.

Sedangkan Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, M.Si beserta istri dan Wakil Bupati Hj. Yulis Suti Sutri, S.KM karena alasan medis pernah terpapar virus Corona tidak dapat menerima vaksin. Begitupun dengan Kakan Kemenag Kaur, Drs. H. Zainal Abidin,MH yang mengalami tekanan darah tinggi juga tidak dapat menerima vaksin. Hanya 4 orang dari 10 pejabat yang direncanakan melakukan vaksinasi, dapat melakukan jap (penyuntikan,red) vaksin Sinovac.

“Anak saya pernah terpapar dan Alhamdulillah sudah sembuh. Karenanya saya dan istri juga ikut mengalami hal tersebut. Oleh karenanya belum dapat dilakukan vaksinasi,” jelas Bupati Kaur kepada awak media yang menanyakan prihal tersebut, Selasa (2/2).

“Harapan saya nantinya kita semua akan dapat mensukseskan program ini. Sebagai dukungan kepada pemerintah. Untuk memutus rantai sebar Covid-19. Dan walau sudah divaksin tetap patuhi Protokol Kesehatan (Prokes),” tambah Gusril Pausi.

Tahapan vaksinasi terbagi dalam 4 meja pelayanan. Tahapan pertama calon penerima terlebih dulu mendaftar dan melakukan pendataan. Berupa pemeriksaan kartu identitas. Dengan tujuan memastikan umur dari calon penerima yang akan melakukan vaksinasi. Dimana untuk sementara diprioritaskan bagi masyarakat dengan umur 18 hingga 59 tahun.

Tahapan selanjutnya yakni meja pemeriksaan kesehatan. Ditahapan ini petugas akan mendata riwayat kesehatan. Tahapan ini menentukan bisa atau tidaknya calon penerima tersebut untuk menjalani vaksinasi. Salah satu bentuk pemeriksaan yakni pertanyaan apakah pasien pernah terpapar Covid-19.

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan. Dan calon penerima dinyatakan dapat divaksinasi. Petugas akan melakukan injeksi vaksin kepada penerima. Penyuntikan untuk kali pertama mendapat suntikan 1 vial vaksin. Lalu untuk injeksi dosis kedua akan diberikan setelah 14 hari dari suntikan pertama.

Tahapan terakhir yakni meja observasi. Selama 30 menit pasien akan menunggu, apakah terjadi reaksi pasca disuntik vaksin. Setelah waktu tunggu selesai, pasien akan menerima kartu catatan medis untuk dibawa ketika injeksi kedua setelah 14 hari.

“Ada 4 meja tahapan dalam vaksinasi. Meja pendaftaran dan pendataan, lalu cek kesehatan, meja vaksinasi, lalu observasi. Sistem ini selanjutnya akan diterapkan dalam proses vaksinasi Covid-19,” Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur, Azwar, S.Sos.

Setelah acara penyuntikan vaksinasi kepada 10 pejabat di Kabupaten Kaur. Penyuntikan vaksin juga diberikan kepada beberapa orang manajemen di RSUD Kaur. Dia melanjutkan, untuk vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) secara keseluruhan akan dilangsungkan hari ini, Rabu (3/2). Tak hanya di RSUD Kaur, vaksinasi serentak akan dilakukan di 15 Puskesmas yang ada di Kabupaten Kaur.

“Untuk vaksinasi nakes di rumah sakit secara keseluruhan puskesmas. Insha Allah akan dilangsungkan besok (hari ini,red). Tahapannya sama seperti yang hari ini dilakukan,” tutupnya. (yie/prw)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here