Beranda Berita Utama Perbatasan Kaur-BS Mulai Tak Aman

Perbatasan Kaur-BS Mulai Tak Aman

102
0

TANJUNG KEMUNING – Keamanan di wilayah perbatasan antar kabupaten mulai terusik. Seperti halnya di kawasan Desa Sulauwangi Kecamatan Tanjung Kemuning berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) tak lagi aman. Pasalnya, pasca aksi pencurian mesin perahu tempel merek Yamaha Enduro 15 PK milik nelayan setempat, Junaidi (43) beberapa hari lalu, giliran mesin penyedot air sumur milik warga diembat maling. Hal ini sangat meresahkan warga karena bukan hanya merugikan namun juga sangat mengganggu ketenangan warga khususnya pada malam hari. Aksi pencurian ini terjadi pada dini hari saat warga tertidur pulas. Korban baru menyadari telah menjadi korban pencurian setelah pagi hari.

“Aksi pencurian di kawasan perbatasan mulai marak. Setelah mesin perahu tempel, pelaku mengincar mesin penyedot air,” ungkap salah seorang warga Desa Sulauwangi, Erma Husni (49) yang menjadi korban pencurian mesin air di rumahnya, Selasa (24/11).
Hanya berselang tiga hari usai kejadian mesin perahu hilang, sudah ada korban baru yakni kehilangan mesin penyedot air, lanjut Erma Husni. Harapan warga pelaku dapat ditangkap mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Sebelumnya, warga merasa aman dan tidak ada aksi pencurian. Namun, beberapa hari terakhir ini gangguan keamanan mulai terasa dan sangat meresahkan. Karena itu, penjagaan malam ditingkatkan warga desa guna menghindari aksi pencurian terulang kembali.

“Pencurian kembali marak setelah sekian lama kondisi aman dan tenang. Gangguan keamanan ini mulai direspon warga untuk berjaga,” terangnya.

Sementara itu, Pjs Kades Sulauwangi, Jusman mengatakan, informasi ada warga yang kehilangan mesin air. Sebelumnya, nelayan menjadi korban pencurian mesin perahunya. Namun, warga belum ada yang melapor ke pemerintah desa. Meskipun demikian, akan diambil langkah pencegahan dengan cara meningkatkan ronda malam. Desa ini tepat berada diperbatasan antar kabupaten. Sehingga, pelakunya bisa saja dari luar kabupaten. Selain itu, lancarnya jalan lintas memudahkan pelaku kabur membawa barang curiannya.

“Pencegahan dengan meningkatkan pejagaan khususnya pada malam hari. Ronda malam akan diatifkan memantau pintu masuk kabupaten di jembatan Air Sulau,” tegas Pjs Kades. (xst)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here