Beranda Bengkulu Selatan Pengusaha Walet Hindari Bayar Pajak

Pengusaha Walet Hindari Bayar Pajak

93
0

BENGKULU SELATAN – Pengusaha sarang burung Walet di Bengkulu Selatan (BS)
terkesan mengelak dari kewajiban membayar pajak. Padahal usaha sarang
burung walet di Kabupaten BS sanat banyak bahkan ada peningkatan pemilik
usaha Walet seperti di Jalan Sudirman Kota Manna. Namun, sayangnya dalam
urusan pembayaran pajak hampir tidak dihiraukan. Padahal itu dinilai sangat
penting bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten BS.

Kepala BPKAD BS, Lismanto Bayu, SE melalui Kabid Pendapatan Edwin
Permana,ST mengatakan, penarikan pajak burung Walet selama ini diserahkan
kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) BS. Namun
diakuinya kelemahan mereka tidak ada anggaran turun ke lapangan dan mereka
hanya menerima setoran secara sukarela. Seharusnya pajak Walet setiap tahun
ditarget 10 juta. Melihat lemahnya, pajak Walet ini kedepannya mereka
merancang untuk melibatkan Satpol PP turun kelapangan dalam pengutan pajak.

“Sampai hari ini diketahui pendapatan pajak burung Walet nihil,” ujarnya,
Rabu (26/08).

Sedangkan, terkait dengan pajak mineral dan batuan logam di Kabupaten BS
juga masih lemah. Berdasarkan laporan Bidang Pendapatan BPKAD BS, untuk
mencapai realisasi pajak mineral dan logam ternyata masih rendah dan
diprediksi sampai akhir tahun nanti sulit tercapai. Hal ini lantaran
sepinya pekerjaan fisik infrastruktur pemerintah di tahun ini. Terlebih
lagi akibat recofucing anggaran penanganan Covid-19. Sehingga menyebabkan
beberapa kegiatan infrastuktur terpaksa ditunda.

Adapun target pajak mineral dan batuan logam dan batuan atau dikenal dengan
galian C ditetapkan sebesar Rp 125 juta untuk setahun. Namun, realisasinya
sampai saat ini baru sekitar Rp 3,1 juta atau 2,52 persen masih ada selisih
atau piutang mencapai Rp 121,8 juta lagi yang harus di cari supaya target
tercapai.

“Untuk capaian pajak mineral bukan logam dan batuan atau galian C sangat
minim sekali, untuk itu diharapkan OPD pengelola dalam hal ini DLHK supaya
menggenjot agar capaian PAD ini bisa target bukan hanya mengejar perusahan
pekerja. Melainkan bisa mendatangai para pemilik usaha galian C,” tegas
dia.(rjs)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here