Beranda Berita Utama Penderita Kanker Payudara Butuh Bantuan

Penderita Kanker Payudara Butuh Bantuan

186
0


ASA untuk segera sembuh membuat Suprihatin (33) warga Desa Pasar Jumat Kecamatan Nasal masih senyum saat dirawat di Puskesmas Muara Nasal, Jumat (33). Dia terus bermunajat agar dirinya bisa pulih walau kanker payudara stadium empat telah menggerogoti tubuh dan kebahagian keluarga kecilnya. Saat ini ia hanya terbaring lemah menjalani perawatan di Puskesmas Muara Nasal. Sembari menunggu hasil dari suami untuk mendapatkan biaya perobatan ke rumah sakit lebih besar.

DEDI JULIZAR – NASAL

DEDI JULIZAR/RKa
TERBARING: Penderita kanker panyudara terbaring lemas saat dirawat di Puskesmas Muara Nasal, Jumat (3/9).

Penderita kanker payudara keluarga petani sederhana dari Desa Pasar Jumat kini memerlukan perhatian para dermawan. Warga Desa Pasar Jumat Kecamatan Nasal ini sudah lima kali berobat. Kedua payudaranya sudah tidak ada, setelah diangkat namun ternyata masih belum sembh total.

Pertama kali kanker payudara ini diangkat tahun 2017 lalu di RSUD M Yunus Provinisi Bengkulu. Demi untuk mendapatkan kesembuhan. Tahun 2020 kanker ini kembali menyerang payudara sebelah kirinya. Dia pun harus kembali menjalani operasi ke dua kalinya di Rumah Sakit Sari Ningsih Provinsi Jawa Barat (Bandung).

Bahkan pada tahun yang sama ia juga harus kembali di rawat di rumah sakit yang sama untuk pemulihan. Tapi walau sudah tiga kali dioperasi penyakitnya belum hilang. Sehingga ia harus kembali menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Imanuel Bandung. Kini ia harus kembali dirawat. Sebab di bekas panyudaranya yang sudah diangkat kembali bengkak mengeluarkan darah dan sesekali seperti nanah.

“Memang kami telah menerima melakukan perawatan pasien yang terkena kanker panyudara. Kondisi pasien memang perlu perawatan intensif dari dokter ahlinya. Dengan melakukan bedah onkologi. Kalau berdasarkan keterangan suami pasien mereka sudah mendapatkan rujukan dari RSUD Kaur,” terang Kepala Puskesmas Muara Nasal Debhora D Tarigan, SKM melalui dr. Vektary Nekla.

Disampaikan Taufik Irawan (25) suami penderita kanker payudara, dia baru saja membuka rekening 31 Agustus lalu untuk membayar BPJS. Kini mereka belum berangkat untuk mendapatkan perawatan karena masih terbentur biaya. Walau biaya untuk perawatan di rumah sakit yang dituju nanti ditanggung BPJS. Tapi pasti ada obat yang harus dibeli karena di luar tanggungan BPJS. Serta biaya hidup mereka di sana selama menjalani perawatan.

“Saat ini kami hanya bisa berusaha dan berupaya mencari jalan keluar. Jika ada biaya saya segera akan membawa istri ke rumah sakit yang bisa menanganinya,” sebutnya.

Suprihatin (33) mengaku hanya bisa pasrah saja dengan penyakit ini. Ia hanya bisa berharap dan berdoa kepada Allah SWT, kalau bisa diberikan kesembuhan secara total. Ia ingin merawat anaknya dan suaminya.

“Sedih, sebab karena penyakit ini suami dan anak tidak bisa saya urus. Malah suami saya yang jadi sibuk, kerja pontang panting untuk mengobati saya. Kini saya hanya pasrah, sebab penghasilan suami saya tidak seberapa besar. Kami hanya petani kecil, jadi persoalan uang menjadi kendala,” ungkapnya sedih. (**)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here