Beranda Tak Berkategori Penangkapan Benur Legal, Lobster Terancam Punah

Penangkapan Benur Legal, Lobster Terancam Punah

233
0

NASAL – Melegalkan penangkapan dan pembelian benur (bayi lobster) di Kabupaten Kaur dipastikan akan berdampak terhadap keberadaan lobster. Bila bayi lobster sudah dihabisi, akan berakibat pada kepunahan lobster. Musim lobster tidak akan ada terjadi lagi. Sebab bakal lobster sudah diambil oleh nelayan tengah. Ini dibenarkan oleh masyarakat Desa Merpas Paizol (38). Katanya, musim lobster itu ke depan hanya sebuah cerita lagi bagi nelayan.

“Kalau sudah diambil saat kecil, tidak akan mungkin lobster ada sampai besar. Apalagi sampai terjadi musim seperti tahun – tahun dulu. Kalau sudah tidak ada lobster dewasa, bagaimana akan berkembang biak. Sementara penangkapan benur lebih kencang dibandingkan dengan perkembangbiakannya. Kini saja belum seberapa lama dilakukan pengambilan benur. Musim lobster sudah tidak ada,” ujarnya.

Bagi nelayan pinggir, sebut dia, pengambilan benur adalah musibah besar. Karena tidak akan ada lagi lobster yang berkeliaran di terumbu karang. Sebab, anak lobster secara perlahan – akan habis. Dengan demikian secara tidak langsung. Pengambilan benur akan membuat hilangnya mata pencarian nelayan pinggir penjaring lobster.

“Nantinya lobster di Kaur akan semakin langka. Bisa saja terjadi 10 tahun ke depan memakan lobster tidak bisa terbeli lagi oleh masyarakat kecil. Karena sudah langka harganya tentu akan mahal,” ungkap dia. (mrn)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here