Beranda Berita Utama Pemuda Kaur Hilang 38 Hari, Wafat “Nyender” di Pondok Kosong

Pemuda Kaur Hilang 38 Hari, Wafat “Nyender” di Pondok Kosong

1413
0
IST/RKa
EVAKUASI: Jenazah Ni (16) warga Wayhawang Kecamatan Maje saat dibawa ke rumah duka, Minggu (9/5).

RADARKAUR.ID – Warga Kabupaten Kaur khususnya Desa Wayhawang Kecamatan Maje sontak riuh. Ni (16) yang sudah hilang sejak 35 hari lalu ditemukan dalam kondisi sudah wafat bersender di dinding pondok milik Arifin yang diperkirakan sudah lama tidak dikunjungi di Air Numan Desa Suka Menanti. Kondisi jenazah Ni masih utuh, bahkan belum mengeluarkan aroma tidak sedap. Sehingga diperkirakan Ni wafat belum terlalu lama. Namun apakah Ni sudah lama mendiami pondok itu sejak dinyatakan hilang, belum ada yang mengetahui.

Jenazah Ni pertama kali ditemukan oleh Bangsawan (40) warga Desa Suka Menanti. Ia secara tidak sengaja melihat Ni berada didalam pondok. Penemuan tidak sengaja ini berawal ketika Bangsawan tiba di pondok milik Arifin. Saat ia melihat di celah dinding pondok dia melihat Ni dalam posisi bersender di dinding. Melihat hal ini, ia langsung mencari bantuan. Bangsawan menemukan Johendri M (31) yang tidak jauh dari lokasi pondok.

Langsung mereka bersama – sama membuka pintu pondok. Mereka terkejut, sebab Ni sudah meninggal. Langsung ke duanya melakukan evakuasi jenazah Ni melalui jalur sungai. Karena jalur darat akan sulit dilintasi untuk membawa jenazah. Setelah tiba di sungai dekat jalan lintas. Mereka langsung melaporkan temuan ini jenazah Ni ini ke Polsek Maje. Selanjutnya dibawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil Polsek Maje.

“Benar, Ni remaja yang hilang desa kami telah ditemukan. Ni ditemukan dalam kondisi sudah meninggal. Saat ini jenazah sudah di rumah duka, segera akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa kami,” jelas Kades Wayhawang Ahmad Marzuki, M.TPd.

Terpisah, Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, MH disampaikan Kapolsek Maje Ipda Cahya Prasada Tuhuteru, S,Tr,K, MH, pihaknya memang telah mendapatkan laporan adanya penemuan jenazah remaja hilang. Bahkan anggota langsung membantu evakuasi jenazah ke rumah duka menggunakan kendaraan Polsek Maje. Pihaknya telah menghubungi keluarga, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi pada jenazah.

“Keluarga sudah menerima musibah meninggalnya Ni ini. Pihak keluarga telah membuat pernyataan penolakan untuk otopsi,” jelasnya. (mrn)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here