Beranda Berita Utama Pemborong Modal “Cekak”, Andalkan Uang Muka

Pemborong Modal “Cekak”, Andalkan Uang Muka

954
0
Endy Yulizar

RK aONLINE, BINTUHAN – Pasca mencuat pembangunan SDN 92 Kaur yang baru dimulai pelaksanaan setelah melewati lebih dari masa satu bulan kontrak, membuat pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Kaur kaget. Kadis Pendidikan, Endy Yulizar,SP,MP didampingi Sekdis Junaidi,ST mengaku akan melakukan pengawasan lebih ketat. Endy mengatakan, telah memerintahkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan konsultan pengawas untuk menegur pihak pelaksana yang telah lalai. Kepada Radar Kaur Kamis (2/9), Endy tidak menampik jika pembangunan baru berjalan diduga akibat pemborong bermodal “cekak” dan hanya mengandalkan pembayaran uang muka dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu.

“Soal itu kami sendiri kurang mengetahui. Namun sesuai dengan kontrak yang sudah ditandatangi, bahwa pekerjaan dimulai 15 Juli 2021. Sehingga meski uang muka belum cair, pihak ketiga mestinya mencari solusinya,” jawab Endy saat ditanya, kemungkinan pemborong hanya mengandalkan uang muka untuk memulai pekerjaan.

Endy juga mengakui bahwa waktu pekerjaan sangat berpengaruh dengan kualitas bangunan. Kalau pekerjaan dibuat terburu-buru dan mengejar waktu, maka biasanya kualitas akan terabaikan. Pembangunan berkualitas harus menjadi perhatian bersama antara pelaksana pembangunan, pengawas dan PPTK.

Kalau misal waktu pelaksanaan 90 hari atau 3 bulan, namun pada kenyataan hanya tersisa tidak sampai 60 hari lagi. Tentunya untuk menyelesaikan pekerjaan harus dikebut. Akhirnya kualitas diabaikan.

Soal di-blacklist, tentu harus dilihat dulu bagaimana pekerjaan mereka nanti,” elaknya, menjawab pernyataan wartawan apa hukuman itu akan diterapkan.

Diberikan sebelumnya, proyek Pembangunan SD N 92 Kaur terindikasi tidak transparan dan diduga sengaja ditutup-tutupi. Pada papan merk yang terpasang tidak tertera masa kerja habis tanggal dan bulan apa. Namun pekerjaan dengan nilai kontrak Rp 592 juta lebih itu dimulai tanggal 15 Juli 2021. Ironisnya, meskipun masa kerja proyek sudah berjalan satu bulan lebih, namun pekerjaan baru dimulai. Karena yang terlihat baru beberapa buah tiang yang sudah dicor. Pelaksana CV Bukit Graha memiliki kontrak untuk membangun 4 lokal belajar ditambah satu gedung perpustakaan.(*)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here