Beranda Tak Berkategori Pelapor Kasus Dugaan Pemerasan 69 Hari Menghilang

Pelapor Kasus Dugaan Pemerasan 69 Hari Menghilang

406
0

NASAL – Kasus dugaan pemerasan dengan terlapor salah satu oknum anggota DPRD Kaur berinisial TPW warga Desa Bakal Makmur Kecamatan Maje dan rekannya EK alias PU (35) warga Desa Sumber Harapan Kecamatan Nasal mengundang misteri baru. Setelah salah satu pelapor yakni, Supriadi (34) dikabarkan telah hilang 69 hari. Warga Dusun Kulik Sialang Desa Muara Dua Kecamatan Nasal ini terakhir dilihat meninggal rumah Kamis (18/6). Ia meninggalkan rumah karena ingin memenuhi panggilan Satuan Reskrim Polres Kaur. Sejak itu yang bersangkutan tidak pernah pulang lagi.

Pihak keluarga telah melaporkan hilangnya Supriadi ini ke Polres Kaur. Sampai saat ini kabar Supriadi belum diketahui. Bahkan istrinya yakni, Yuliati (34) bersama dua anaknya M (5) dan F (2) sudah berada di Kalima (Bengkulu Utara). Keluarga kini kebingungan.

Pjs Kades Muara Dua Fatimah, S.Sos mengakui, bahwa memang warganya yang melaporkan kasus dugaan pemerasan tidak ada di rumah. Dia mengetahui bahwa yang bersangkutan hilang sebulan setelah kejadian. Saat itu pihak keluarga menyampaikan sejak meninggalkan rumah Supriadi tidak pulang.

“Saya tahu sebulan setelah Supriadi tidak pulang. Maka saya sarankan pihak keluarga menyampaikan laporan ke Polsek Muara Nasal,” ungkapnya.

Maka atas saran tersebut, kata Fatimah, pihak keluarga mendatangi Polsek Muara Nasal. Sejak itu sampai kini dia tidak tahu perkembangan atas hilangnya warga tersebut. Tapi berdasarkan informasi dari kakak Supriadi terakhir. Bahwa yang bersangkutan belum kunjung pulang. Bahkan istri Supriadi kini sudah pulang ke rumah orang tuanya di Bengkulu Utara.

“Kami pemerintahan desa akan terus memantau perkembangan. Karena kami khawatir warga tersebut sampai kini belum jelas keberadaannya,” ujar dia.

Terpisah, Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Puji Prayitno, S.IK melalui Kaposlek Muara Nasal Iptu Danang Purwanto mengatakan, bahwa kasus hilangnya Supriadi ini dilaporkan ke Polres langsung oleh pihak keluarga. Perkembangan dia tidak tahu secara persis. Tapi dia akan meminta Bhabinkamtibmas memantau perkembangan.

“Laporannya langsung ke Polres, bukan ke Polsek. Jadi kami tidak tahu secara persis perkembangan,” katanya.

Marni (37), kakak Supriadi mengatakan, bahwa sampai kini adiknya belum diketahui keberadaan adiknya. Hal inilah membuat mereka khawatir. Apakah adiknya berada di suatu tempat dalam kondisi sehat atau hal lain. Sedangkan istri adiknya dan dua orang anaknya sudah berada di Bengkulu Utara di rumah orang tuanya.

“Kami kini bingung, harus bagaimana lagi. Kami khawatir bagaimana kondisi Supriadi. Sebab sejak pergi bulan Juni lalu hilang, tanpa ada kabar,” sebutnya. (mrn)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here