Beranda Berita Utama Pelaku Hipnotis, Tiga Wanita dan Satu Pria

Pelaku Hipnotis, Tiga Wanita dan Satu Pria

242
0
IST/RKa
BLOKADE: Polsek Kaur Tengah memblokade jalur di depan mapolsek untuk memeriksa kendaraan yang dicurigai digunakan pelaku hipnotis, Senin (1/2). Tampak korban hipnotis, Okta Maya Citra (24) di warungnya, masih terlihat syok.

KAUR TENGAH – Beragam cara hipnotis yang dilakukan pelaku kejahatan. Membuat warga Kabupaten Kaur harus meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, pelaku hiptotis yang dialami Okta Maya Citra (24), warga Desa Cahaya Negeri Kecamatan Luas, Senin pagi (1/2). Masih dalam pengejaran anggota kepolisian atau buron.

“Pelaku masih kami kejar. Setelah mendapat laporan adanya warga di wilayah tugas yang jadi korban hipnotis. Kami langsung memblokade jalan. Lalu memeriksa kendaraan dari arah Tanjung Iman yang dicurigai. Lalu juga menghubungi kepolisian di wilayah lain untuk melakukan pemantauan. Harapan kami agar warga selalu waspada,” ujar Kapolres Kaur Polda Bengkulu, AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, MH melalui Kapolsek Kaur Tengah AKP M Yusman.

Tak hanya melakukan blokade jalur lintas. Pihaknya juga melakukan penyisiran ke sudut-sudut desa. Yang memiiki potensi tempat bersembunyinya para pelaku.

Kronologi kejadian, pada hari tersebut sekira pukul 08.30 WIB. Mobil Toyota Avanza warga hitam. Milik pelaku melaju dari arah Kecamatan Muara Sahung, menuju arah Tanjung Iman Kecamatan Kaur Tengah. Setiba di Desa Cahaya Negeri, turun dua pelaku untuk berbelanja di warung korban. Dengan modus menanyakan roti kepada korban. Pelaku lain yang baru turun dari mobil bersikap seolah-olah tak percaya. Lantas masuk kedalam tokoh milik korban. Tak hanya menyikat uang tunai, pelaku juga mengambil beberapa barang jualan korban. Lantas tancap gas menghilangkan jejak. Total kerugian korban ditaksir Rp 700 ribu.

“Berdasarkan keterangan korban pelaku berjumlah 4 orang. Tiga wanita paruh baya menggunakan jilbab, dan satu laki-laki yang menjadi sopir yang bersiap di mobil. Dari cara berkomunikasi pelaku mengunakan dialek Suku Semende. Pelaku sepertinya menargetkan korban disaat kondisi korban sedang sepi,” tutup Kapolsek.

Saat ditemui, korban terlihat masih sangat syok. Kepada Radar Kauri a menceritakan bahwa Para pelaku hipnotis berjumlah empat orang. Tiga perempuan dan satu laki-laki. Tiba di warung menggunakan mobil berwarna Hitam jenis Avanza.

Diceritakan Korban para pelaku datang ke warungnya menanyakan roti dan korban menjawab tidak ada, setelah ngobrol dua menit pelaku memberikan uang kepada korban Rp 5.000 saat memegang uang dari pelaku korban tidak sadarkan diri dan para pelaku mengambil uang dan berbagai barang jualan pelaku. Setelah isi warung korban dikuras pelaku 30 menit kemudian korban baru sadar dan seketika memangil kerabatnya dan tetangga di sekeliling warung menceritakan kejadian yang baru dialaminya.

Para pelaku berjumlah empat orang tiga perempuan dan satu laki-laki. Yang melakukan hipnotis tiga perempuan. Sedangkan yang laki laki tidak turun dari mobil. Ketiga pelaku menggunakan bahasa Semende dan menggunakan jilbab, pelaku seolah olah akan berbelanja dan bergaya seperti orang yang ingin berbelanja.(yie/ujr)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here