Beranda Pendidikan Peduli Sesama, SMPN 8 bagi Sembako

Peduli Sesama, SMPN 8 bagi Sembako

137
0
HERY/RKa
PERSIAPAN: Pengurus OSIS SMPN 8 Kaur tengah membungkus paket sembako yang akan dibagikan kepada warga kurang mampu di 5 desa yang ada di Kecamatan Tetap, Jumat (23/4).

RADARKAUR.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu taraf ekonominya. Jumat (23/4), anggota OSIS SMPN 8 Kaur membagikan 35 paket sembako, kepada keluarga kurang mampu di Desa Suka Raja, Desa Padang Binjai, Desa Kasuk Baru, Desa Muara Tetap, dan Desa Pagar Dewa. Kegiatan sosial ini merupakan bentuk program bidang keagamaan, yang rutin dilakukan setiap bulan suci Ramadan. Pendanaan dan perencanaan dilakukan mandiri oleh pengurus OSIS.

Ketua OSIS Alqhiani Delia Putri didampingi pembina, Ridwan, S.Pd menceritakan, bakti sosial setiap bulan puasa memang selalu mereka gelar. Untuk tahun-tahun sebelumnya, mereka melalukan gotong royong, untuk membersihkan masjid di kelima desa yang tadi disebutkan. Agar sedikit berbeda, kegiatan di bulan suci Ramadan tahun 1443 Hijriah, diputuskan penyaluran sembako kepada keluarga mu tidak mampu.

“Belum lagi kami melihat kesulitan ekonomi akibat pandemi covid-19, yang dirasakan beberapa orang teman kami. Karenanya, kami anggota OSIS tergerak hati untuk melakukan kegiatan ini,” ungkap Delia.

Pembina OSIS, Ridwan menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini, dihandel sepenuhnya oleh pengurus OSIS. Baik pendanaan pengadaan paket sembako yang berisikan mie instan, susu kental manis, telur ayam ras, bumbu dapur, dan minyak goreng. Yang dananya berasal patungan sukarela 53 anggota OSIS. Hingga pendataan penerima dengan bekerjasama dengan pemerintahan di kelima desa.

“Ide kegiatan murni dari mereka. Perencaan sampai eksekusi kegiatan juga mereka tangani sendiri. Kami pihak sekolah disini hanya mengawasi dan memberi arahan,” kata Ridwan.

Melihat tingginya jiwa sosial peserta didik SMPN 8 Kaur, Kepsek, Jitu, S.Pd mengaku terharu, serta memberikan dukungan atas kegiatan yang dilakukan anak didiknya. Menurutnya, jiwa sosial memang harus ditanamkan dan ditajamkan sejak usia. Sehingga nanti ketika mereka beranjak dewasa, mereka menjadi insan yang peka terhadap lingkungan.

“Jangan dilihat dari bentuknya, namun dari niat. Mereka masih muda, masih mengeyam pendidikan, masih merupakan tanjung jawab orang tua. Namun, mereka mau meyisihkan uang belanja dari orang tuanya untuk kegiatan ini. Hal itu yang harus kita apresiasi,” sampai kepsek. (yie)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here