Beranda Lifestyle Kesehatan Pakaian dengan Teknologi Viroblock untuk Basmi Virus Corona, Efektifkah?

Pakaian dengan Teknologi Viroblock untuk Basmi Virus Corona, Efektifkah?

162
0

Tak hanya sektor kesehatan saja yang sedang berlomba untuk menemukan cara untuk membasmi virus corona, sektor industri pakaian juga tidak mau ketinggalan.

Baru-baru ini, perusahaan tekstil Swiss HeiQ telah bekerja sama dengan Artistic Denim Mills untuk mengembangkan teknologi viroblock. Teknologi ini nantinya bisa menciptakan kain denim (jeans) antivirus pertama di dunia.

Apa benar bisa bermanfaat dan efektif mencegah virus corona? Yuk, cari tahu jawaban dan pendapat dokter berikut ini.

Buat yang belum tahu, viroblock adalah teknologi untuk memblokir atau menghalangi virus dan bakteri pada pakaian.

Teknologi ini dirancang untuk menghambat pertumbuhan serta kemampuan virus SARS-CoV-2 menempel pada permukaan kain.

Proses pengujian kain antivirus tersebut dilakukan oleh perusahan pengembang tekstil Swiss HeiQ dan Peter Doherty Institute for Infection and Immunity di Melbourne, di Australia.

Pada proses pembuatannya, kain ini sebenarnya ditambahkan film invisible (tak kasat mata) dan diklaim bisa membunuh virus corona tak lama setelah virus tersebut menempel di baju.

Bukan cuma itu saja, kain ini juga didesain menggunakan kombinasi teknologi perak untuk efek antivirus dan antibakteri, serta teknologi vesikel sebagai penguat.

Setelah 30 menit pengujian, tidak ditemukan adanya virus atau bakteri yang tersisa pada sampel kain yang dibuat dari teknologi HeiQ Viroblock NPJ03.

Pengembang kain tersebut meyakini, teknologi kain viroblock ini dapat mengurangi risiko menempelnya virus SARS-CoV-2 lebih dari 99,9 persen.

Sayangnya, kain ini tidak bisa bekerja secara permanen. Setelah 30 kali dicuci, efektivitas kain dalam membunuh virus corona akan hilang.

Menurut tanggapan dr. Devia Irine Putri, jika memang penemuan ini benar adanya, kita tetap tidak aman dari virus corona 100 persen. Maka itu, harus tetap cuci baju setelah keluar rumah atau bepergian.

“Kalaupun misalnya ada viroblock di pakaian bukan berarti kita aman 100 persen, tetap harus dicuci bajunya,” ungkap dr. Devia Irine.

“Kalau dia mengklaim bisa membunuh virus berarti di lapisan kain itu memang ada sesuatu mungkin zat kimia atau lainnya yang bereaksi. Dan, bisa jadi malah menimbulkan reaksi alergi,” sambungnya.

Sampai saat ini berapa lama virus corona menempel di baju memang belum diketahui pasti.

Dokter Devia mengatakan belum ada jurnal yang bilang secara pasti berapa lama virus menempel di baju. Namun, aksesori baju seperti kancing atau zipper ritsleting, kan, masih berisiko ditempeli oleh coronavirus.

“Diduga virus corona bisa menempel beberapa jam di baju. Oleh karena itu, kalau dari luar lebih baik langsung cuci biar tidak menyebar ke tempat lain,” saran dr. Devia.

Menurut Journal House of Infection, virus corona bisa menempel pada plastik dan juga stainless steel selama 72 jam! Jadi, masih ada kemungkinan besar kalau COVID-19 ini menempel di pakaian yang Anda kenakan.

Untuk itu, dr. Devia pun memberikan tips untuk mencuci pakaian agar terhindar dari virus corona, yakni:

Pisahkan keranjang baju. Jangan campurkan keranjang baju untuk pakaian yang dipakai di dalam dan sehabis dari luar rumah.
Pakai detergen dan bisa dicampur desinfektan, seperti pemutih pakaian.
Jika sehabis dari luar rumah, sebisa mungkin langsung cuci pakaian Anda sendiri.
Teknologi viroblock memang menjadi angin segar bagi kita semua. Jika memang benar itu bisa diteruskan dan diproduksi massal tentu baik.

Hanya saja, jangan anggap enteng virus corona meski sudah ada viroblock. Tetap jaga kebersihan dan lakukan protokol kesehatan dengan pakai masker, melakukan physical distancing, dan tidak berkumpul di keramaian.(OVI/AYU)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here