Beranda Sastra dan Budaya “Ngayikkah” Adat Besemah Anak Perempuan Beranjak Baligh

“Ngayikkah” Adat Besemah Anak Perempuan Beranjak Baligh

84
0
IST/RKa
BUNTING KECIL : Tarian adat bunting kecil dilakukan saat anak perempuan beranjak baligh, Jumat (4/6).

RKa ONLINE, KAUR UTARA – Kabupaten Kaur kaya akan adat istiadat. Bukan hanya mengatur tentang kehidupan sosial, tetapi juga kebudayaan. Misalnya tarian adat anak perempuan beranjak baligh. Tarian mengelilingi kelapa yang baru tumbuh sebanyak tujuh putaran. Tarian dilakukan setelah anak perempuan dimandikan dan didoakan.

Pemuka adat Desa Bandu Agung Kecamatan Kaur Utara, M. Taris menuturkan, tarian adat anak perempuan beranjak baligh ini sudah berlaku sejak zaman kerajaan dulu.

“Kalau sudah dilakukan tarian adat dan diberi doa-doa oleh orang yang mengerti, anak perempuan boleh dipinta bantuan oleh warga sesuai kepandaiannya,” terang dia.

Dikatakan M Taris, adat Besemah yang mengatur adat istiadat di tengah masyarakat memang banyak. Sebagian ada yang bukukan dan ada pula tidak bukukan.

“Untuk yang dibukukan namanya kitab Selimur Cahaya, termasuk di dalamnya larangan masyarakat keturunan Besemah,” jelasnya.

Anak perempuan beranjak baligh turun mandi atau “ngayikkah” dilakukan dengan jamuan. Baik secara sendiri maupun bersamaan dengan acara pernikahan keluarga dekatnya. Biasanya dilakukan saat anak umur 6 tahun.

“Untuk keturunan Besemah acara adat seperti ini sudah seperti wajib,” tutupnya.(pin)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here