Beranda Berita Utama Yang Ter Nasi Bungkus Jualan Hotel Bintang 5 Seharga Rp 7.000

Nasi Bungkus Jualan Hotel Bintang 5 Seharga Rp 7.000

74
0


NASI bungkus yang dijual Hatten Hotel di Melaka, Malaysia, berharga Rp 7.000 per porsi. Hidangan bernama nasi bajet ini dijual oleh hotel bintang 5 tersebut untuk membantu keuangan yang anjlok akibat Movement Control Order (MCO), semacam PSBB di Indonesia.

Hatten Hotel yaitu hotel bintang 5 di Malaysia yang menjual nasi bungkus seharga 2 ringgit (Rp 7.000), mengaku dagangannya laku 300 porsi sehari. Kemudian hanya dalam waktu satu jam sejak buka pukul 12.00 siang, makanan bernama Nasi Bajet (nasi murah) ini laku lebih dari 100 porsi. Menurut tinjauan media Sinar Harian pada Minggu (7/2/2021), orang-orang menyerbu stan nasi bungkus itu sampai antrean panjang mengular.

Antusiasme mereka sangat tinggi untuk membeli nasi bungkus dengan satu pilihan sayur, serta pilihan lauk seperti ayam, ikan, atau daging. Seorang pegawai farmasi bernama Nurul Suhada (36) menyambut baik inisiatif Hatten Hotel menjual makanan dengan harga terjangkau. Ia membeli nasi bajet setelah direkomendasikan rekan-rekan kerjanya, dan karena dimasak oleh koki hotel bintang 5 serta lokasi yang dekat tempat kerjanya.

“Kaget juga nasi lauk ikan dan sayur sama tambahan sambal tempe harganya cuma 3 ringgit (Rp 10.000),” katanya saat ditanya jurnalis Sinar Harian.

Kemudian Rosnita Abu Thalib (55) juga sangat senang dengan hadirnya nasi bajet Hatten Hotel, karena bisa menghemat banyak uang untuk keluarganya.

“Ini kedua kalinya saya membeli dan memang puas walau cuma 2 ringgit sebungkus tapi enak dan tidak mengecewakan.”

“Mereka yang mempunyai keluarga besar seperti saya akan sangat diuntungkan,” katanya.

Ketua Operasi bagian Makanan dan Minuman Hatten Hotel, Andy Ohang Seng Kee, menuturkan bahwa sejak Jumat (5/2/2021) mereka menjual nasi bajet untuk membantu keuangan yang menurun. Mereka berusaha menyelamatkan para karyawan dan industri perhotelan yang lumpuh sejak Perintah Kawalan Pergerakan (PKP), sejenis Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia.

Ia menerangkan, dalam sehari nasi bajet Hatten Hotel laku lebih dari 300 bungkus sejak buka pukul 12 siang sampai tutup jam 8 malam.

“Siang hari kita menjual juadah ayam dan ikan, lalu jika lauk habis chef akan memasak menu lain jadi pembeli bisa menikmati hidangan berbeda setiap hari.”

“Selama ada permintaan selama itu kita akan teruskan walau harga murah.”

“Setidaknya dengan cara ini bisa membantu pendapatan hotel dan membantu golongan B40 (menengah ke bawah),” ungkapnya kepada Sinar Harian.(net)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here