Beranda Tak Berkategori Motivasi Beramal

Motivasi Beramal

92
0

Oleh : Robi Antomi, S.Pi
MENANAM pohon amal dengan pondasi yang kokoh
Wahai Para pemuda atau Kepada siapa saja yang selalu merasa masih muda
Semua orang ingin mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana doa kita: Ya Allah berikan keberkahan di dunia dan di akhirat kepada kami. Bahagia adalah buah dari sebuah amal dan keridhaan Allah, namun sebelum memetik buah atau hasil kebahagiaan tersebut orang harus mulai menanam. Tanam itu adalah tanaman amal kebaikan. Tanaman yang baik akan menghasilkan buah yang baik, tanaman yang memiliki akar yang kuat maka akan membuat tanaman lebih subur.

Setiap amal memiliki motif
Saudaraku!
Semua petani amal dapat memetik buah yang sama, yaitu seperti setiap akhir bulan orang mendapatkan gaji. Namun kalau kita lihat lebih jauh, maka motif kenapa seseorang mau bekerja dan berusaha untuk mendapatkan gaji memiliki motif, alasan dan nilai-nilai keyakinan yang berbeda-beda.

Ada orang ingin mendapatkan gaji dengan berbagai motif. Kemungkinan motif kenapa orang bekerja, pertama karena untuk mencari makan semata, kedua ada yang ingin membeli HP baru setelah mendapatkan uang lebih, ketiga ada yang ingin membeli sesuatu, keempat ada yang lain untuk berfoya-foya mengumbar nafsu, tetapi ada orang yang rela bekerja dan berkorban karena penuh kepahaman, kesadaran dan tumbuhnya tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga yang harus bekerja untuk menghidupi keluarga sebagaimana diperintahkan Allah.
Saudaraku , mari kita camkan: ?innam al ?amalu bin niyati. Ini pentingnya dalam beramal memiliki sihhatun niyah dan sihatul ghoyah.

Kekokohan niat
Saudaraku Sekalian!,
Dalam kondisi tidak ada halangan dan cuaca baik, maka pohon tidak memiliki akar yang kuat pun akan tetap tumbuh dengan baik. Namun jika dalam kondisi lingkungan buruk dan banyak angin maka hanya pohon yang kuat akan tetap tumbuh.

Semakin kuat akan motivasi seseorang dalam bekerja, maka bagaikan pohon yang semakin kokoh akarnya. Memang akar dalam pohon, atau motif dalam beramal tidak terlihat. Namun kita akan dapat menerka bagaimana niat dari kondisi pohon atau ketika pohon itu harus beradaptasi dengan cobaan. Ketika ada angin besar datang, maka kita baru melihat apakah akan pohon kuat atau tidak. Jika akarnya kuat maka pohon tidak akan tumbang apalagi tercabut akarnya. Jika akar pohon kuat, sementara ujian dari luar sangat kuat, maka sering pohon akan patah rantingnya dan tidak sampai pohon roboh karena tercabut akarnya.

Dalam kondisi yang sulit dan kita masih dapat bekerja dan terus tumbuh dengan amal kebaikan, itu menunjukkan kekuatan niat kita dan kekokohan akar kita.
Pada umumnya jika orang beramal kurang kuat niat dan prinsipnya, maka dalam kondisi sulit cenderung orang akan pasif dan hanya menunggu. Mari kita kuatkan niat kita untuk mencari keridhaan Allah.

Menguatkan akar pohon
Saudaraku sekalian!?
Pohon tidak tiba-tiba kuat akarnya, itu merupakan suatu proses. Untuk itu dalam rangka menguatkan akar tersebut, maka pohon harus mendapatkan nutrisi dari dalam tanah yang sangat mengandalkan pohon itu sendiri untuk terus mencari makanan baru dan bantuan dari pihak eksternal berupa cahaya matahari sebagai fungsi kontrol.

Saudaraku!, untuk menguatkan motivasi amal kita, maka kita membutuhkan keterbukaan diri, selalu belajar dari pengalaman pribadi, menajamkan kecerdasan fitrah diri, kecerdasan spiritual melalui penelusuran sumber nilai-nilai kebenaran yang abadi kitab Allah dan sunah Rasul. Nilai ini dapat kita cari melalui apa yang telah bertebaran di muka bumi sebagai ayat kauniyah maupun ceramah para alim ulama atau kita dapat membukanya sendiri dari buku sumbernya. Ini mengandalkan mutabaah dakhiliyah kita kepada hati nurani dan kekuatan hubungan kita dengan Allah.

Namun cahaya matahari adalah bagian dari control yang sangat kita butuhkan untuk menguatkan akar. Ini merupakan kekuatan mutabaah kharijiyah kita dari ikhwah yang lain untuk mengontrol aktivitas amal kita.

Pesan ikatan amal dan amal
Saudaraku sekalian!, jangan biarkan jika kita melihat saudara kita bagaikan pohon yang tidak tumbuh amalannya, tidak berbuah pohonnya. Jadilah kita seperti sinar matahari yang selalu memberikan kebaikan kepadanya sebagai fungsi control. Ikatan kita adalah ikatan kebaikan yang saling menutup kekurangan dan bukan mencari kekurangan.
Kesuksesan kerja kita sangat tergantung dengan cara kerja kita, diantaranya:

* Bekerjalah dengan kekuatan spiritual kita dengan penuh kerja ikhlas (miliki kekuatan aqidah ?salimul aqidah (arkanul Islam), kekuatan ibadah ? shahihul ibadah (arkanul Islam) dan kekuatan diri (mati?nul khuluq)

* Bekerjalah dengan kekuatan emosional kita dengan penuh kerja mawas (serius, sungguh-sungguh ? munazham fii syu?nihi)

* Bekerjalah dengan kekuatan intelektual dan skill kita dengan penuh kerja cerdas (kreatif, cerdik dan mampu memecahkan kesulitan hidup ? mustaqoful fikr, qodirun ?ala kasbi)

* Bekerjalah dengan penuh kekuatan fisik kita dengan penuh kerja keras (qowiyul jism)

* Bekerjalah dengan penuh kekuatan idari dan teknologi yang dibutuhkan (manajerial) kita dengan penuh kerja tuntas (munazham fii syu?nihi ?manajemen aktifitas, harisun ?ala waqtihi ? manejemen waktu).

SEMOGA KITA SEMUA MENJADI POHON YANG BANYAK BERMANFAAT DAN MEMBERIKAN KEBERKAHAN BAGI ORANG LAIN (nafi?un li ghoirihi).
Selamat beramal agar dapat membuahkan hasil yang diridhai oleh Allah SWT. Sukses selalu. Dan kepada Allah kita semua dikembalikan.(**)
Penulis adalah Ketua Yayasan Lembaga Dakwah Pemuda LP3YP Kabupaten Kaur.

 

1




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here