Beranda Tak Berkategori Modus Pinjam, Honda CBR Dilarikan

Modus Pinjam, Honda CBR Dilarikan

104
0

BINTUHAN – Pengelapan motor dengan modus meminjam kembali terjadi di Kabupaten Kaur. Kali ini korbannya Iqbal Haqi (22) warga Desa Suka Bandung Kecamatan Kaur Selatan yang berprofesi sebagai konsultan. Motor kesayangannya, Honda CBR 150 R warna putih BD 2403 CP hilang digelapkan AN (35) warga Kota Bengkulu.
Pelaku meminjam motor dengan berpura-pura ingin membeli bola lampu. Setelah motor diberikan, pelaku tidak kunjung pulang ke kosan tempat pelaku yang ingin menyewa kamar kontrakan.

“Untuk laporan penggelapan motor sudah diterima. Pelakunya masih lidik. Pelaku melakukan aksinya pada Senin (21/9) pukul 15.30 WIB dengan modus berpura-pura ingin mengontrak di kamar kosan sebelah kontrakan korban,” kata Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, SIK, MH melalui Kapolsek Kaur Selatan Iptu Surya R Purnama, SH, MH, Selasa (22/9).

Berawal saat korban bersama temannya pulang ke kontrakan yang ada di Desa Suka Bandung Kecamatan Kaur Selatan. Saat tiba di kosan, korban melihat seorang laki-laki sedang membersihkan kosan yang ada di sebelah kosannya. Setibanya di kosan, korban dan temanya ngobrol sambil main Hp. Tidak berapa lama, pelaku datang ikut ngobrol dengan korban sambil merokok. Setelah sekian lama ngobrol, pelaku meminjam motor korban untuk membeli bola lampu. Tanpa menaruh curiga, korban memberikan kontak motornya.

Untuk mengelabui korban, saat pergi membeli bola lampu, pelaku mengajak seorang anak-anak yang ada di depan kosan untuk ikut pergi. Setelah pelaku pergi, korban kembali melanjutkan obrolan. Setelah berapa lama anak yang punya kosan bernama Jendrik menanyakan motor korban yang dipinjam pelaku. Dikarenakan anak yang ikut dengan pelaku pergi tadi sudah pulang ke rumahnya. Mendengar hal itu, pelapor bersama temannya langsung pergi menemui anak yang tadi ikut dengan pelaku di rumahnya. Dari cerita anak tersebut, bahwa pelaku pergi membawa motor untuk membeli pulsa, setelah menurunkan dan memberi uang sebesar Rp 50 ribu kepada anak tersebut untuk membeli bola lampu listrik. Dengan cerita anak yang dibawa pelaku, korban melakukan pencarian di seputaran Bintuhan. Akan tetapi pelaku tidak ditemukan.

“Dengan kejadian penggelapan ini, diimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Juga diimbau kepada pemilik usaha kos-kosan untuk memperketat setiap orang yang ingin menyewa kos-kosan. Dengan meminta identitas diri sebelum menyuruh untuk tinggal di kosan. Dengan begitu, pelaku kejahatan tidak akan mudah melancarkan aksinya,” pesan Kapolsek. (ujr)

 




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here