Beranda Berita Utama Yang Ter Moda Transportasi Jakarta Tahun 70-an

Moda Transportasi Jakarta Tahun 70-an

49
0

Kenapa dengan pemuda berpeci bawa troli?

MENGENANG masa lalu sambil menatap foto lawas memang tidak ada habis-habisnya. Imajinasi seolah dibawa ke masa lalu yang penuh nostalgia.

Seperti potret jadul kehidupan warga DKI Jakarta yang diunggah akun Instagram @potolawasofficial baru-baru ini membetot perhatian netizen.

Foto lawas tersebut secara tidak langsung juga menunjukkan berbagai jenis moda transportasi di Jakarta di tahun 1970-an.

Tampak berbagai jenis kendaraan melewati sebuah jalan yang cukup lebar, mulai dari becak, sepeda, motor hingga mobil.

” Indonesia, various forms of transportation in Jakarta, circa 1970s,” bunyi caption postingan tersebut.

Informasi menyebutkan jika foto jadul tersebut dijepret seorang fotografer bule bernama Harrison Forman.

Melihat jenis kendaraan jadul di foto tersebut, banyak netizen yang merasa kagum dan ingin memilikinya.

Bentuknya yang klasik mungkin sudah sulit untuk ditemukan sekarang. Kalaulah ada, pasti harganya sangat mahal.

Namun di antara kendaraan yang lalu lalang di foto tersebut, sebagian netizen justru salah fokus dengan dua pemuda berpeci yang berjalan kaki.

Salah satu pemuda berpeci yang memakai baju putih terlihat mendorong sebuah alat yang tak asing di zaman sekarang.

Alat itu adalah sebuah troli yang biasa dipakai para kuli angkut untuk mengangkut beras atau barang di toko-toko.

Netizen hanya merasa heran dengan keberadaan troli yang ternyata sudah ada sejak lima puluhan tahun yang lalu.

Imajinasi netizen pun mencoba menerjemahkan percakapan dua pemuda berpeci dalam foto tersebut.

” Kate yg baju putih ‘abis wih dagangan Lu? numben gini ari udeh lenggang ajah roman abis ada yang borong kalih ya wih? dagangan elu” kata yang peci clana pendek

“Alhamdulillah dul, tinggal balik dah ngasoh dah mbari nunggu megrib’.”

” Yg bawa troli: apess bener setelah merdeka ehh malah banyak yg nilapin duit rakyat. Hadeuhhhh.”

” Lagi ngobrolin janda kembang kampung sebelah.”

” Ngomongin, ‘ini kita dr kebayoran jalan kaki kagak pake sendal ya?’ // ‘pantesan kaki gw panas bet dr tadi cang’.” (net)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here