Beranda Lifestyle Kesehatan Makan Ikan Bakar Bisa Tingkatkan Volume Otak Anak?

Makan Ikan Bakar Bisa Tingkatkan Volume Otak Anak?

134
0

IKAN bakar kerap tergolong makanan yang kurang sehat karena proses memasaknya yang dibakar di atas arang, sehingga manfaatnya dianggap hilang. Namun, ikan bakar tidak seburuk itu menurut sebuah penelitian.

Tentu ini mengejutkan. Kita tahu bahwa makanan yang dibakar sudah lazim punya sifat karsinogenik alias memunculkan peluang untuk terkena kanker di kemudian hari.

Penelitian sudah dilakukan oleh Cyrus Raji dari University of Pittsburgh School of Medicine. Ia mengatakan, makan ikan bakar setiap minggu bisa tingkatkan volume otak. Benarkah studi ini?

Sebenarnya, penelitian di atas tentu perlu penyempurnaan. Akan tetapi, menurut dr. Devia Irine Putri, sebenarnya bukan karena proses bakarnya, tapi memang ikan baik untuk otak.

“Sudah pasti karena ikannya. Ikan mengandung lemak baik, sumber omega-3, DHA, dan tinggi protein. Mau dibakar, digoreng, atau dikukus, tetap baik untuk otak,” dr. Devia meluruskan.

Terlepas dari caranya yang dibakar, pada dasarnya ikan memang punya banyak manfaat. Ikan mengandung banyak nutrisi penting seperti protein berkualitas tinggi, yodium, serta berbagai vitamin dan mineral.

Spesies ikan berlemak (fatty fish) sering dianggap paling sehat. Karena, ikan berlemak, termasuk salmon, trout, sarden, tuna, dan mackerel, lebih tinggi nutrisi lemak baiknya.

Selain itu, ikan juga memiliki kandungan vitamin D, nutrisi yang larut dalam lemak. Satu hal yang luar biasa, ikan tersebut juga mengandung asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk fungsi tubuh dan otak yang optimal.Untuk memenuhi kebutuhan omega-3, makanlah ikan berlemak setidaknya 1-2 kali seminggu. Ingat, asam lemak omega-3 sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak juga.

Namun hati-hati, beberapa ikan mengandung merkuri tinggi yang berhubungan dengan masalah perkembangan otak. Oleh karena itu, wanita hamil perlu memerhatikan hal ini.

Bumil juga harus menghindari ikan mentah, karena mungkin mengandung mikroorganisme yang dapat membahayakan janin.

Satu studi mengungkapkan, orang yang makan ikan setiap minggu memiliki lebih banyak gray matter di otaknya, yang merupakan jaringan fungsional utama otak di bagian yang mengatur emosi dan memori.Memberikan ikan bakar pada anak memang boleh saja. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menurut dr. Devia, salah satu syaratnya adalah harus sudah berusia di atas satu tahun.

“Boleh saja diberikan, anak usia satu tahun ke atas sudah bisa diberikan makanan keluarga [yang sama]. Misalnya sedang memasak ikan bakar di rumah, silakan berikan saja,” ungkap dr. Devia.

Selain itu, meski ikan bakar punya khasiat, makanan yang dibakar tetap punya risiko tertentu kalau dimakan terlalu sering. Dokter Devia mengatakan, ikan bakar yang dimakan oleh anak-anak hanya sebagai pengenalan.

Anak usia satu tahun sudah harus merasakan berbagai macam rasa, termasuk rasa pahit yang ada pada makanan olahan yang dibakar.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan juga adalah alat membakarnya. Sebisa mungkin jangan pakai arang. Sekarang sudah banyak dijual alat pemanggang yang lebih baik.

Beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah pilih ikan yang tidak banyak durinya. Lalu, gunakan api kecil untuk memanggang supaya ikan tidak cepat gosong.

Pastikan anak juga tetap diberikan sayur dan buah sebagai pendamping makan ikan bakar. Buah-buahan dan sayur-sayuran juga menyediakan banyak antioksidan penangkal kanker yang mengurangi stres oksidatif akibat makanan bakar.
Buah dan sayuran pada akhirnya akan mengurangi tingkat peradangan dan membantu mencegah kanker.(FR)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here