Beranda Bengkulu Selatan Launching SAKTI, Serah 7 Ekor Sapi Brahma

Launching SAKTI, Serah 7 Ekor Sapi Brahma

58
0
IST/RKa
FOTO BERSAMA: Usai menyerahkan sapi di Desa Ketaping Kecamatan Manna Bupati BS, Gusnan Mulyadi,SE,MM foto bersama, Selasa (11/08).

RKa ONLINE, BENGKULU SELATAN (BS) – Program Satu Keluarga Satu Ekor Sapi (Sakti) yang digagas Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi,SE,MM mulai terealisasi tahun 2021. Awalnya APBD BS menganggarkan sapi sebanyak 15 ekor. Namun terealisasi sebanyak tujuh ekor karena dana banyak di-refocusing untuk penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten BS. Launching Program Sakti dilakukan di Desa Ketaping Kecamatan Manna yang menerima sebanyak lima ekor sapi dan Desa Padang Lebar Kecamatan Seginim sebanyak dua ekor, Selasa (10/08).

Sapi yang disalurkan ke masyarakat indukan Brahma murni berumur 1,5 – 2 tahun, didatangkan langsung dari Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sembawa Sumatera Selatan.

Bupati BS, Gusnan Mulyadi,SE,MM membenarkan telah melaunching Program Sakti dan menyerahkan sapi ke dua desa yang ada di Kabupaten BS. Yakni Desa Ketaping Kecamatan Manna dan Desa Padang Lebar Kecamatan Seginim. Untuk tahap pertama sapi Program Sakti disalurkan sebanyak tujuh ekor. Untuk kedepannya jika anggaran mencukupi pihaknya memastikan akan menyalurkan sapi kepada masyarakat lebih banyak lagi. Untuk indukan sapi Program Sakti jenis Brahma murni.

“Alhamdulilah kita sudah serahkan bantuan program Sakti kepada masyarakat. Kita harapkan, masyarakat bisa menjaga dan memberikan pakan sesuai dengan yang dianjurkan. Karena, Program ini keuntungannya untuk masyarakat sehingga, pemeliharaan dan perawatan harus benar-benar dijaga,” katanya.

Terpisah Pjs Kepala Desa Ketaping Kecamatan Manna, Kamarsyah mengucapkan terima kasih kepada Bupati BS telah memilih desa mereka. Sebagai penerima bantuan Program Sakti di Kabupaten BS. Dengan terpilihnya sebagai desa pertama penerima bantuan sapi. Dirinya berharap, bisa memberikan contoh yang baik untuk masyarakat lainnya. Sebab, pemeliharaan sapi ini dilakukan secara bergilir.

“Sebagai desa pertama menerima bantuan ini saya harapkan warga bisa mengurus dengan maksimal. Agar nantinya pada saat sapi melahirkan mempunyai anak yang bagus,” jelas dia.(rjs)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here