Beranda Berita Utama Kapolres Kaur Cek Posko PPKM

Kapolres Kaur Cek Posko PPKM

53
0
DEDI JULIZAR/RKa
POSE: Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono,S.IK saat pose bersama di Posko PPKM Desa Tanjung Baru Kecamatan Maje, Selasa (27/7).

RKa ONLINE, MAJE – Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, MH secara langsung mengecek Posko Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Desa Tanjung Baru Kecamatan Maje dan Gedung Menung Kecamatan Nasal, Selasa (27/7). Kegiatan ini untuk mengetahui kondisi detail aktivitas Posko PPKM di tingkat desa. Kegiatan ini juga bagian pemantauan Polres Kaur dalam kondisi terkini Posko di tingkat desa dengan mengambil contoh di titik tertentu.

Setelah kunjungan ini, diharapkan seluruh desa terus melakukan peningkatan kegiatan di Posko PPKM. Sehingga keberadaaan Posko ini menimbulkan dampak baik bagi warga masing – masing desa. Relawan Posko PPKM juga diminta aktif dalam memberikan himbauan kepada masyarakat. Dengan memathui protokoler kesehatan (Prokes) saat berada di luar rumah.

Saat kunjungan Kapolres ini mendapatkan sambutan yang bagus di dua desa. Bahkan di Desa Tanjung Baru dihadiri anggota DPRD Kabupaten Kaur Z. Muslih, S.Pd.

Kapolres Kaur menyebutkan, saat ini kondisi Kabupaten Kaur sudah level tiga dalam paparan virus corona. Oleh karena itulah masyarakat diminta terus aktif untuk mencegah paparan Covid-19. Karena untuk menghindarkan paparan virus corona. Berawal dari tingginya tingkat kesadaran masyarakat. Karena itulah di pasar dan tempat sering banyak masyarakat melakukan intraksi. Harus diberikan penjelasan, supaya memakai masker dan jaga jarak dalam aktivitas.

“Saya juga berharap keberadaaan Posko PPKM ini memilik data akurat jika ada warga terpapar. Satgas di tingkat desa harus bisa lakukan tracing. Karena langkah ini merupakan hal penting guna untuk memutuskan paparan virus corona,” jelas Dwi Agung Setyono.

Lanjut Kapolres Kaur, memang jika ada masyarakat yang terpapar menimbulkan polemik. Bukan saja tentang kesehatan terhadap orang lain. Juga menimbulkan dampak bagi kehidupan keluarga itu sendiri. Apalagi yang terpapar itu adalah kepala keluarga yang menjadi tulang punggung keluarga. Hal ini juga harus menjadi perhatian serius, baik di tingkat pemerintahan desa maupun kabupaten.




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here