Beranda Lintas Kecamatan Jalan Ulak Agung-Padang Leban Nyaris Putus

Jalan Ulak Agung-Padang Leban Nyaris Putus

109
0
YUSMAN/RKa
NYARIS PUTUS : Badan jalan milik provinsi di Desa Ulak Agung Kecamatan Pagulir abrasi dan nyaris putus, Senin (2/11).

PADANG GUCI HILIR – Hujan deras menyebabkan abrasi sungai Padang Guci kian nyata. Bahkan, gerusan air sungai mengancam jalan poros milik provinsi yang menghubungkan Desa Ulak Agung Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) menuju Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning kembali putus. Bibir sungai dengan badan jalan menyisahkan 40 CM. Warga desa setempat khawatir jalan poros penghubung antar kecamatan milik provinsi ini akan putus dan mengganggu akses transportasi warga. Padahal, jalur ini merupakan akses alternatif yang memiliki jarak cukup dekat. Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk mencapai jakan poros milik negara di Desa Padang Leban.

Camat Pagulir, Ali Suanadi, S. Pd, Senin (2/11) menjelaskan kondisi jalan poros kecamatan yang terancam putus kembali. Padahal, tahun sebelumnya sudah putus dan kembali dibangun provinsi. Namun, akibat curah hujan tingggi menyebabkan sungai Padang Guci meluap dan mengikis lahan disekitarnya. Jalan ini berada di jarak 150 meter dari bibir sungai. Pascahujan deras dan terjadi banjir bandang beberapa hari lalu, jalan aspal dikawasan Desa Ulak Agung nyaris amblas.

“Jalan ini kembali nyaris putus akibat abrasi sungai saat hujan deras. Pengendara yang melintas diingatkan lebih hati-hati, mengingat posisi jalan yang amblas tepat di tikungan tajam,” ucap camat, Senin (2/11).

Terpisah, Pjs Kades Ulak Agung, Hengki Tomi, SE melalui telpon selulernya membenarkan kondisi jalan milik provinsi ini kembali terancam putus total akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Selain mengancam jalan, abrasi ini juga menghanyutkan tanaman kelapa sawit milik warga desa. Akibatnya, satu baris tanaman sawit jatuh kedalam sungai. Lahan pertanian warga mengalami penyempitan akibat tergerus air sungai. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, masyarakat membutuhkan pemasangan bronjong disekitar aliran sungai agar abrasi dapat diatasi.

“Solusinya dengan pemasangan kawat bronjong di sekitar lokasi abrasi khususnya di pinggir jalan poros kecamatan,” ungkap Hengki Tomi.(xst)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here