Beranda Berita Utama Horee! Petani Bisa Jual Sawit Langsung ke Pabrik

Horee! Petani Bisa Jual Sawit Langsung ke Pabrik

77
0
DEDI JULIZAR/RKa
LOKASI PABRIK : Simpang pabrik kelapa sawit PT Ciptamas Bumi Selaras (CBS), Kamis (24/6).

RKa ONLINE, NASAL – Kabar baik bagi petani kelapa sawit di Kecamatan Nasal dan Maje. Sebab mereka kini bisa menjual buah kelapa sawit langsung ke pabrik kelapa sawit (PKS) PT Ciptamas Bumi Selaras (CBS). Sebab, pihak pabrik sudah memperbolehkan mobil kecil menjual sawit ke PKS langsung. Mereka sudah membuka program untuk petani di dua kecamatan ini.

Dengan kondisi ini, maka petani bisa langsung bisa menikmati harga jual buah kelapa sawit di pabrik. Tidak mesti melalui toke (ram) lagi, bisa panen langsung jual ke pabrik. Dengan membawa sendiri buah hasil panen langsung ke pabrik, jika punya kendaraan sejenis pick up. Jika belum ada kendaraan untuk mengangkut, bisa menyewah atau cukup bayar upah angkut. Untuk hitungan harga, tetap sama dengan mobil yang menjual dalam jumlah besar.

Mill Manager PKS PT CBS M Join Zulfian, ST melalui Humas Ansori membenarkan, mereka telah menerima pembelian dari angkutan mobil kecil. Untuk jumlah minimal angkutan mobil pick up tidak ada ditentukan. Hanya saja supaya masyarakat tidak rugi membawa buah, tentu saja paling sedikit 1.000 kilogram (Kg) atau 1 ton.

“Kami berharap dengan telah adanya program ini. Masyarakat memiliki kebun kelapa sawit bisa menjual langsung. Sehingga mereka menikmati harga buah hasil kebun sesuai standar pabrik,” sebutnya.

Terpisah, bagian marketing buah PKS PT CBS, Yuliman, menerangkan pembelian buah dengan mobil kecil ini sudah melalui keputusan para pimpinan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pada petani kelapa sawit. Dengan adanya program ini, maka petani sawit bisa menikmati langsung harga pabrik.

“Kalau untuk harga buah kelapa sawit saat ini, untuk wilayah Nasal – Bintuhan Rp 1.750 /Kg. Sedangkan untuk eks Kaur Utara (Padang Guci) Rp 1.820 /Kg. Untuk wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan (Manna) Rp 1.840 /Kg. Perbedaan harga ini karena ada hitungan subsidi untuk BBM (Bahan Bakar Minyak),” jelasnya. (mrn)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here