Beranda Tak Berkategori Habis Pleno, Ketua PPS Tewas Tergantung

Habis Pleno, Ketua PPS Tewas Tergantung

339
0
IST/RKa
ANGKUT: Masyarakat beramai-ramai mengangkut jasad korban, Jumat (11/12).

BENGKULU SELATAN (BS) – Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Satra Wijaya (45) warga Desa Lubuk Ladung Kecamatan Kedurang Ilir ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali nilon mengikat lehernya di anjung sawah, Jumat (11/12) pukul 17.00 WIB. Informasi didapat sebelum meninggal korban sempat menghadiri rapat pleno di Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten BS. Motif korban tewas sampai saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka dan akan dimakamkan, Sabtu (12/12).

Berdasarkan informasi dari saksi istri korban Misniarti (45), sekira 08.00 Wib korban masih menghadiri pembukaan rapat pleno di Kantor Camat Kedurang Ilir. Namun pulang dan pergi ke sawah karena jadwal mereka menyampaikan hasil perolehan suara Pilkada Serentak 2020, Jumat Malam.

Sekira pukul 17.00 Wib dirinya pergi ke sawah untuk mencari korban dikarenakan korban belum pulang ke rumah. Namun tiba di anjung sawah, dirinya melihat korban sudah tergantung tidak bernyawa di Pondok sawah dengan tali nilon yang ada dilehernya. Kemudian istri korban memanggil warga untuk menolong korban dibawah ke rumah duka.

Terpisah, Sekdes Desa Lubung Ladung Kecamatan Kedurang Ilir, Tri Loyo membenarkan, bahwa Ketua PPS Desa Lubung Dalung Kecamatan Kedurang Ilir ditemukan meninggal dunia tergantung. Jarak persawahan dengan jalan lintas lebih kurang 200 meter.

Berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, saksi pertama melihat korban meninggal dunia di anjung sawah miliknya yakni istri korban sendiri yang bernama Misniarti. Sebelumnya, istri korban mencari suaminya karena belum pulang kerumah. Setelah dicari korban akhirnya ditemukan di anjung sawah. Kemudian, istri korban memanggil warga yang hendak mengambil sawit untuk menolong mengevakuasi jasad korban.

“Korban memang ketua PPS di desa kita tetapi korban belum mengikuti rapat pleno karena jadwal pleno kita malam ini. Informasi yang kita dapatkan siang tadi nomor handponenya aktif tapi tidak menjawab,” ucapnya, Jumat melalui telpon seluler.

Lanjutnya, korban sebelumnya pernah menjabat perangkat Desa Lubuk Ladung dan Perangkat masjid Desa Lubuk Ladung Kecamatan Kedurang Ilir. Korban selama menjabat menjadi Perangkat Desa memang di kenal aktif bahkan di kenal rajin menjalankan ibadah sholat. Namun, untuk motif kematian korban dirinya mengaku belum mengetahui karena korban tidak terlalu terbuka kepribadian kepada dirinya.

“Selain pernah menjadi Perangkat Desa dan Perangkat Masjid korban juga pernah menjabat sebagai anggota PPS kemudian menjadi Ketua PPS,” ujarnya.(rjs)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here