Beranda Pendidikan Dua Metode Ujian Sekolah

Dua Metode Ujian Sekolah

109
0

BINTUHAN – Sesuai rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Kaur, Selasa (2/3). Kelulusan siswa kelas IX jenjang SMP di Kabupaten Kaur, ditentukan Ujian Sekolah (US). Ada dua metode pelaksanaan evaluasi. Yakni Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Ujian Sekolah Berbasis Kertas dan Pensil (USBKP).

Evaluasi rencananya dilakukan pada tanggal 20 hingga 30 April mendatang. Soal yang digunakan dalam US, akan dibuat oleh masing-masing sekolah. Karena, penerapan kurikulum darurat, yang merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) RI, dalam masa penanganan Pandemi Covid-19.

“Sesuai instruksi Kemendikbud kelulusan siswa kelas akhir dapat diputuskan melalui empat cara. Salah satunya melalui US. Setiap sekolah berbeda kebijakan, jadi soalnya tak bisa diseragamkan. Untuk mekanismenya ada yang pakai USBK dan ada yang pakai USBKP. Silakan saja,” sampai Ketua MKKS SMP Kaur, Drs. Edy Suprayitno, M.TPd melalui bendahara, Sobtidarmi, S.Pd pada RKa, Kamis (4/3).

Sobtidarmi mengimbuhkan, sebelum pelaksanaan US untuk menetukan kelulusan peserta didik. Terlebih dahulu siswa kelas akhir akan melaksanan ujian praktek, dijadwalkan tanggal 1 hingga 10 April 2021.

SMPN 1 Kaur menjadi salah satu sekolah yang melaksanakan USBK. Kepsek, Sayadi, S.Pd mengatakan, sekolahnya telah sejak 2 tahun terakhir, menerapkan evaluasi pembelajaran berbasis komputer. Seperti pada Ujian Tengah Semester (UTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS). Bahkan dalam pemilihan Ketua OSIS, komputerisasi juga telah dilakukan. Selain lebih menghemat pendanaan hingga 50 persen, karena tak membutuhkan banyak material kertas. Hasil penilaian juga bisa langsung diketahui.

“Sekolah kami telah sejak 3 tahun lalu mulai menerapkan digitalisasi dalam kegiatan sekolah. Seperti evaluasi pembelajaran atau pemilihan ketua OSIS. Karena tak terlalu membutuhkan kertas, dananya menjadi lebih hemat. Selain itu dewan guru juga diringankan untuk memeriksa lembar jawaban. Begitu jawaban diinput peserta. Nilainya langsung keluar,” papar Sayadi.

Ditempat lain, SMPN 21 Satap Kaur masih melakukan USBKP. Kepsek, Milyan Firdaus mengatakan, tak memiliki sarana dan prasana (sarpras) berupa komputer, serta sulitnya akses jaringan internet. Membuat pihaknya belum melakukan digitalisasi dalam evaluasi pembelajaran. Ia bercerita, saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (USBK) tahun 2020, yang akhirnya dibatalkan lantaran pandemi covid-19. Meraka harus menyewa laboraturium di SMAN 1 Kaur.

“Bukanya tak mau, tapi sarpras pendukung tak ada. Karena tak diharuskan mengunakan sistem komputer, kami memilih menggunakan metode lama,” ujar Milyan.(yie)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here