Beranda Berita Utama Dirut Tersangka, DPPP Tetap Eksis

Dirut Tersangka, DPPP Tetap Eksis

338
0
DEDI JULIZAR/RKa
TETAP OPERASIONAL :Aktivitas di gerbang PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Desa Linau Kecamatan Maje aktif, Kamis (21/1).

MAJE – Meski Direktur Utama (Dirut) PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) menjadi tersangka kasus dugaan korupsi bersama mantan Menteri Kelauatan dan Perikanan, tidak berpengaruh dengan tambak udang milik DPPP di Desa Linau Kecamatan Maje. Tambak udang ini masih beroperasional seperti biasa.

“No comment saya kalau urusan pimpinan. Kami tidak ada hambatan dalam aktivitas tambak udang. Kami masih berjalan seperti biasa,” tegas Manager PT DPPP, Dr. Sapto Mugiono, M.Si tanpa mau berkomentar lebih jauh.

Terpisah, karyawan PT DPPP, Wadi (53) mengatakan, sejauh ini belum ada pengurangan karyawan di perusahaan tempat dia bekerja. Bahkan belum lama ini mereka melakukan panen. Mengenai urusan pimpinan yang ada di Jakarta, menurutnya, tidak ada berpengaruh dengan urusan tambak udang.

“Tidak ada pemecatan karyawan. Bahkan akhir tahun 2020 ada penambahan anggota Satpam. Manajemen tambak dan urusan di pusat tidak ada bersentuhan,” sebutnya.

Terpisah, Kades Muara Jaya, Suryadi Eferizal mengatakan, memang berdasarkan berita di media yang didapatnya, pemilik PT DPPP, yakni SJT, tersandung kasus dugaan korupsi. Hanya saja kalau dari pemahamannya antara kasus dengan usaha tambak udang, tidak ada hubungannya. Sebab, yang bermasalah itu tentang baby lobster. Sedangkan di Kaur, usaha tambak udang.

“Kalau versi saya tidak ada hubungan antara persoalan yang dihadapi Pak Suharjito dengan aktivitas tambak udang miliknya. Jadi walau pemiliknya sedang bermasalah, urusan usaha tetap jalan,” tutur dia.

Berbeda tempat, Kades Linau Agus Setiawan menyatakan harapannya, walau ada persoalan dihadapi pemilik PT DPPP, hendaknya tidak melibatkan urusan usahanya di Kabupaten Kaur. Selagi memang tidak ada dugaan pelanggaran hukum. Sebab, usaha tambak ini sudah banyak mendorong ekonomi masyarakat lokal.

“Kami sepenuhnya mengharapkan urusan dugaan kasus korupsi baby lobster jangan disangkut-pautkan dengan tambak udang. Sebab, keberadaan tambak ini mendorong ekonomi masyarakat lokal. Karena dengan adanya tambak udang milik PT DP3, banyak tenaga kerja diserap,” ungkapnya. (mrn)

 




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here