Beranda Berita Utama Yang Ter Dikira Warung, Ternyata Rumah Orang

Dikira Warung, Ternyata Rumah Orang

66
0

SEBELUM ini pernah terjadi kisah lucu seorang pesepeda yang salah mengira rumah warga sebagai warung. Pesepeda itu mampir ke rumah tersebut, dan makan sampai kenyang tanpa menyadari bahwa itu rumah orang. Rupanya cerita lucu ini kembali terulang, dan menimpa seorang guru asal Malaysia saat berlibur merayakan Tahun Baru bersama keluarga. Mengawali kisahnya, guru bernama Azam Mahat menuturkan, saat itu dia bersama istri, ayah, dan dua anaknya berlibur ke Pantai Timur.

Namun saat dalam perjalanan menuju homestay di Pasir Pekan, Terengganu, mereka melihat banyak orang antre dan makan di sebuah warung. Melihat warung yang ramai itu, Azam mengungkapkan ingin mampir untuk makan bersama keluarganya keesokan paginya.

” Saya bilang ke istri saya, ‘makanan di sana pasti enak, sampai banyak orang antri untuk makan, besok kita harus coba makan di sana’,” kenang Azam.

2 dari 6 halaman
Keesokan harinya setelah dari Pasar Siti Khadijah, Azam dan keluarga besarnya mencari warung itu lagi untuk makan. Sesampai di sana, dia melihat ada empat orang yang duduk di warung untuk minum. Azam disambut dengan ramah oleh orang-orang tersebut.

” Salah satu dari mereka bahkan menyarankan saya untuk menambah angin karena ban terlihat sedikit kempis,” kata Azam.

Azam kemudian masuk ke dalam warung, begitu juga dengan anak-anaknya. Dia melihat ada beberapa jenis lauk tertata di meja.

” Ada ayam percik, gulai kambing, sambal etok … di dalam hati saya bilang ‘Waaah sedap sekali ini’,” imbuh Azam.

Namun keramahan orang-orangnya ditambah susunan kursi dan meja serta beberapa lauk yang terhidang membuat Azam sekeluarga tidak menyadari ada sesuatu yang aneh.
Saat istrinya memesan teh, barulah Azam sadar bahwa warung makan yang dia datangi bersama keluarganya sebenarnya adalah rumah orang.

” Waktu istri saya tanya anak-anak mau pesan minum apa, tiba-tiba seorang perempuan menghampiri meja kami dan membawa teh. Katanya kalau ingin air panas, nanti ia minta pembantu rumah membuatnya,” kata Azam.

Mendengar penjelasan perempuan itu, Azam merasa tidak enak hati. Dia teringat dengan kejadian seseorang yang makan di rumah orang yang dikiranya warung makan.

” Spontan saya langsung bertanya ‘Ini bukan warung ya, Bu?’. Ibu itu menjawab ‘Bukan … ini rumah saya’,” kata Azam.

Seketika itu Azam merah mukanya. Dia merasa sangat malu. Azam langsung minta maaf dan pamit mau pergi. Namun niatnya dicegah pemilik rumah. Perempuan itu malah mengambilkan lauk untuk anak-anak Azam.

” Awalnya tak enak mau makan karena malu, tapi mereka tetap ambilkan makanan,” ujar Azam yang jadi guru SD di Klang, Johor ini.

Sambil menikmati hidangan, Azam dan pemilik rumah kemudian mengobrol mengenai antrean orang pada malam sebelumnya. Ternyata, malam itu pemilik rumah sedang menggelar hajatan. Orang-orang yang datang bukan pelanggan warung, tapi para tamu undangan. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka yang datang tidak begitu banyak. Meja dan kursi juga ditata agak berjauhan sehingga terlihat seperti warung.

” Rupanya mereka membuat acara syukuran, orang yang mengantri semalam bukalah pelanggan namun para tamu yang ikut datang,” ungkap Azam.

Azam sempat ingin membayar makanan saat akan pulang. Namun pasangan suami istri pemilik rumah itu menolaknya.

” Sebelum pulang, sempat ingin bayar, mereka benar-benar tidak mau menerima. Saya doakan mereka dimurahkan rezeki dan hanya Allah yang mampu membalasnya,” kata Azam.

Azam mengaku insiden ini adalah kenangan manis dan lucu di awal tahun yang tak akan dia lupakan sampai kapanpun.(net)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here