Beranda Berita Utama Diduga Jembrana, Puluhan Sapi Mengurus dan Mati

Diduga Jembrana, Puluhan Sapi Mengurus dan Mati

121
0
IST/RKa
MENGURUS: Sebelum akhirnya mati mendadak sapi milik warga Desa Mentiring terlihat mengurus.

RADARKAUR.ID – Kuat dugaan karena diserang virus mematikan, membuat kondisi puluhan ekor sapi bali milik warga Desa Mentiring Kecamatan Semidang Gumay, menjadi kurus lalu mati. Penyakit yang sama pernah menyerang pada akhir tahun 2020 lalu dan diidentfikasi sebagai jenis penyakit bernama Jembrana. Penyakit ini sudah menyebar dibeberapa desa dalam kecamatan eks Kaur Tengah.

Kades Mentiring, Beriyansyah, S.Sos menjadi salah satu warga desa, yang hewan ternaknya mati mendadak akibat terserang virus, mengatakan bila kejadian ini telah berlangsung sejak awal tahun 2021 lalu. Namun, baru mengganas pada pertengahan bulan April. Menurutnya, apa yang dialami hewan ternak miliknya berserta warga, serupa dengan kejadian di Desa Lubuk Gong pada penghujung Oktober tahun 2020 lalu.

“Sudah lebih dari 10 ekor sapi bali yang mati. Dimana awal-awal gejala tubuh sapi jadi mengurus dan akhirnya mati. Untuk saya sudah dua ekor sapi yang mati mendadak. Belum lagi buat warga Desa Mentiring lainya. Kabarnya memang penyakit ini pernah menyerang hewan ternak di Desa Lubuk Gong beberapa bulan lalu,” sampai Kades saat ditemui RKa, Kamis (29/4).

“Hanya menyerang sapi bali, sedang untuk jenis sapi dusun juga kerbau masih tetap aman. Lalu ada warga kami penasaran membuka isi perut sapi yang mati mendadak. Lalu ditemukan bagian limpa sapi itu pecah,” tambahnya.

Ia mewakili warga Desa berharap, agar Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kaur segera melakukan tindakan, dengan melakukan pemeriksaan serta vaksinasi. Pasalnya, akibat takut bila seluruh hewan ternak terkena penyakit dan akhirnya mati. Kades bersama pemilik ternak lain harus menjual ternak yang dianggap sehat dengan harga yang sangat murah.

“Dibilang rugi ya sudah pasti. Namun, daripada yang masih sehat ini juga terserang penyakit lalu mati mendadak. Lebih baik dijual dengan harga murah. Untuk 5 ekor sapi saya, itu saya jual hanya Rp 20 juta. Harapan kami agar dinas yang membidangi segera melakukan tindakan,” harap Kades Mentiring. (yie)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here