Beranda Berita Utama Yang Ter Desa Tajir

Desa Tajir

133
0

SEBUAH desa kecil di China tersohor sebagai salah satu pemasok utama batu hias. Meski hanya tingkat desa, penghasilan warganya tak main-main. Mereka bisa mendapat pemasukan sampai puluhan miliar rupiah.

Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 24 April 2021, desa ini bernama Desa Hejiana. Lokasinya tepat berada di Sungai Yangtze, Sichuan, Tiongkok. Desa ini dikelilingi oleh pegunungan hijau yang tertutup hutan. Keindahannya membuat desa ini didatangi turis dari manca negara setiap tahunnya.

Namun, pariwisata bukanlah pemasukan utama lokal desa Hejiba. Warganya menggantungkan hidup dari penjualan batu sungai hias. Batu-batu yang dijual berukuran besar-besar tidak seperti giok kecil untuk kalung atau cincin.

Setiap tahunnya desa ini bisa menghasilkan 20 juta yuan atau sekitar Rp44,58 miliar).
Batu yang didapatkan warga desa saat musim kemarau di Sungai Yangtze. Batu ini didapatkan antara Februari-April. Ratusan penduduk desa akan menyisir tepian sungai untuk mendapatkan batu hias.

Terkenal di Kalangan Kolektor
Ada lebih dari 3 ribu hektar pantai batu sungai berkerikil yang membentang hampir 10 kilometer sepanjang tepi sungai, jadi ada banyak batu yang dapat disusuri. Sayangnya, agak sulit untuk menemukan batu yang mahal.

Batuan dari desa Hejiaba bisa terkenal di kalangan kolektor batu karena memiliki pola batu yang menarik. Beberapa di antaranya memicu pareidolia dari orang yang melihat. Ada juga yang memiliki pola hampir geometris, kemudian yang lain indah untuk dilihat.

Batu-batu yang dikumpulkan warga setempat nantinya akan dipilah agar menemukan batu yang paling banyak dicari pasar. Proses ini akan dilakukan oleh laki-laki usia di atas 30 tahun yang sudah paham betul dengan batuan dan pasar batuan.

Para pekerja atau lelaki itu nantinya akan membersihkan batu. Batu akan ditempatkan di rak kayu khusus dan kemudian akan dijual ke pihak yang berkepentingan dengan harga yang sesuai dengan jenis batuannya.

Ada yang Seharga Mobil
Satu batu yang sangat berharga bisa saja dijual dengan harga ribuan yuan bahkan puluhan hingga ratusan ribu yuan. Salah satu batu bernama ”Difficult Shu Road” dilaporkan dijual seharga 100 ribu yuan atau setara dengan Rp227 juta.

Bisnis batu hias ini menarik banyak perhatian salah satunya perhatian media. Bisnis yang tidak biasa ini dapat menghidupi banyak penduduk setempat bahkan hingga sangat makmur.

Setiap tahunnya, batu-batu baru akan mengalir di Sungai Yangttze dan dataran tinggi Qinghai, Tibet, kemudian akan hanyut di pantai dekat desa Hejiaba dan penduduk akan kembali mengumpulkan batu dan menyaringnya di setiap bulan Februari.

Bisnis batuan ini akan terus berjalan dan berkembang selama aliran sungai Yangzte dan permintaan batu hias tetap tinggi, penghasilannya juga akan stabil. Bahkan, penghasilan cenderung meningkat, melihat jenis batuan yang ada setiap tahunnya baru dan tidak ada sebelumnya.(net)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here