Beranda Lintas Kecamatan Cemburu, Data Ulang Penerima Bantuan

Cemburu, Data Ulang Penerima Bantuan

81
0

RKa ONLINE, KAUR TENGAH – Adanya Kepala Keluarga (KK) yang menerima lebih dari satu bantuan dari pemerintah, misalnya menerima Bantuan Subsidi Tunai (BST) serta Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) kerap menimbulkan cemburu sosial di tengah masyarakat. Mencegah hal ini terjadi, Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Kaur Tengah, Ekki Mairika, ST meminta agar pihak desa di kecamatan tersebut untuk kembali melakukan pendataan ulang.

Selain itu, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 222/PMK.07/2020. Salah satu persyaratan sebagai penerima manfaat BLT-Dd adalah tidak termasuk penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, Bansos Tunai, dan program bantuan sosial pemerintah lainnya.

“Jangan sampai ini terjadi. Selain memicu terjadinya cemburu sosial, dalam ketentuan untuk diputuskan sebagai penerima manfaat BLT-DD, yang bersangkutan tidak menjadi penerima manfaat bantuan pemerintah. Karenaya kami minta pihak desa melakukan pendataan,” sampai Ekki pada RKa, Minggu (8/8).

Usai pendataan nantinya, ketika ditemui penerima manfaat BLT-DD yang menjadi penerima PKH atau BST, maka yang bersangkutan diharuskan untuk memilih salah satunya. Serta menyatakan secara tertulis bila yang bersangkutan mundur sebagai penerima bantuan yang bersumber dari dana desa tersebut.

“Anggaran untuk penerima manfaat yang mundur nantinya akan dikembalikan ke kas desa sebagai Silpa,” pungkasnya. (yie)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here