Beranda Bengkulu Selatan Bernilai Seni, Tari Andun Terlupakan

Bernilai Seni, Tari Andun Terlupakan

181
0
YUSMAN/RKa
LESTARIKAN: Generasi muda belajar melestarikan kesenian tari andun.

Pengaruh perubahan jaman serta pesatnya kemajuan tekhnologi mengikis berbagai kreasi kesenian daerah. Padahal, kesenian daerah memiliki nilai seni yang tinggi untuk dipromosikan sebagai salah satu bentuk keanekaragaman budaya. Salah satunya, tari andun yang mulai terlupakan oleh masyarakat. Tari Andun memiliki ciri khas sendiri, bahkan setiap lenggokannya memiliki makna tersendiri. Tari andun ditampilkan berpasangan, tari ini kerap menjadi kesenian upacara penyambutan mempelai dalam hajatan pernikahan.

“Seiring dengan kemajuan jaman, berbagai kesenian daerah terkikis dan tenggelam ditengah hiruk pikuknya kesenian modern. Bahkan, kesenian tradisional selalu dipandang remeh karena dianggap kuno,” ujar Nopriadi (56), Kamis (20/8).

Sementara itu, pelaku seni tradisional Kecamatan Tanjung Kemuning, Ino Hakim mengungkapkan, kesenian tradisional pada dasarnya dapat mendobrak pariwisata. Namun sayangnya, kurang mendapat perhatian serius pemerintah untuk melestarikan budaya ini. Kemajuan jaman membuat masyarakat lebih cenderung ikut mengembangkan budaya modern. Sehingga, menenggelamkan kesenian asli daerah yang banyak menyimpan makna dan arti. Setiap gerak langkah tari andun contohnya, ucap Ino Hakim. Banyak makna yang menggambarkan kehidupan sepasang pengantin baru. Baik kebahagian maupun rintangan yang dihadapi mengarungi bahtera rumah tangga.

“Mari jaga dan lestarikan budaya lokal, jangan malu untuk belajar serta bagian dari pelestarian kesenian daerah demi mewujudkan kemajuan pariwisata daerah. Keunikan kesenian daerah mampu menyedot rasa penasaran pengunjung untuk datang dan bahkan belajar,” demikian Ino Hakim.(xst)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here