Beranda Berita Utama Berantas Korupsi Tak Semuda Membalik Telapak Tangan

Berantas Korupsi Tak Semuda Membalik Telapak Tangan

88
0
UJANG/RKa
DIALOG : Kajari Kaur Nurhadi Puspandoyo, SH,MH, Kasat Reskrim Polres Kaur AKP Apriadi, SH dan Ketua MUI Kaur H Wahyu Dasi, S.Pd.I, dialog tentang pemberantasan korupsi, di Kejari Kaur, Selasa (22/12).

BINTUHAN – Memperingati hari anti korupsi sedunia, Selasa (22/12), Kejari Kaur bekerjasama dengan RRI Bintuhan dan didukung Radar Kaur mengadakan dialog di luar studio dengan tema “Bersama Memberantas Korupsi.” Dialog yang dilaksanakan di teras Kejari Kaur dikemas santai dengan dipandu penyiar Rohil Minata, S.Pd.

Duduk sebagai narasumber, Kajari Kaur Nurhadi Puspandoyo, SH, MH, Kasat Reskrim AKP Apriadi, SH dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) H Wahyu Datsi, S.Pd.I.
Dalam dialog terungkap jika penanganan korupsi berbeda dengan kasus pidana umum. Sehingga pemberantasan koruspi tidak semudah membalik telapak tangan.

“Mari bersama perangi korupsi di Kabupaten Kaur. Sampaikan laporan ke Kejari Kaur apabila mengetahui adanya kegiatan yang merugikan negara,” tegas Kajari Kaur.

Meski tidak mudah, tetapi Kejari yang memiliki kewenangan dalam memberantas korupsi tidak akan kendor. Salah satu cara dalam mencegah korupsi, bagi seluruh masyarakat maupun pejabat untuk hidup sederhana dan mensyukuri apa yang ada. Jangan mudah tergoda dengan hak-hak milik orang. Sehingga melakukan korupsi dan menghalalkan segala cara.

Sedangkan Kasat Reskrim AKP Apriadi, SH mengatakan, memberantas korupsi di Kaur, peran serta masyarakat dan media sangat dibutuhkan. Untuk menyampaikan informasi dan sebagai kontrol. Karena pemberantasan korupsi membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat.

Ketua MUI Kaur H Wahyu Datsi, S.Pd.I mengatakan, korupsi adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh agama. Dalam hukum agama korupsi adalah mencuri bukan haknya. Untuk hukum yang harus diterima oleh pelaku korupsi kalau dalam agama sama seperti mencuri. Mencuri apabila ketahuan akan dipotong tangan kiri, ketahuan lagi potong kaki kiri, ketahuan lagi potong tangan kanan.

“Untuk menghindari perbuatan korupsi, tidak ada yang lain, kecuali mendekatkan iman kepada yang maha kuasa. Seperti mejalankan salat lima waktu, mensyukuri nikmat yang ada,” demikian Wahyu Datsi.

Terpisah, Kepala RRI Bintuhan, Hasdi Darmansyah, S.PT menyampaikan, dialog ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemberantasan koruspi. Sengaja digelar di luar studio, sehingga dialog berlangsung lebih santai.(ujr)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here