Beranda Berita Utama Bayar Rp 5 Juta, Walikota Selamatkan Ijazah Siswa SMKN 6

Bayar Rp 5 Juta, Walikota Selamatkan Ijazah Siswa SMKN 6

277
0
IST/RKa
SELAMATKAN IJAZAH : Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wawali Dedy Wahyudi saat menemui Kepala SMKN 6 Bengkulu, Saripin, Selasa (24/8).

RKa ONLINE, BENGKULU – Pertemuan Walikota Bengkulu Helmi Hasan dengan Kepala SMKN 6 Kota Bengkulu, Selasa siang (24/8) berlangsung alot. Helmi yang datang bersama 4 siswa/i didampingi Wawali Dedy Wahyudi dan Sekda Arif Gunadi serta anggota DPRD komisi III Dediyanto sempat ‘bertegangan urat leher’ dengan Saripin yang kebetulan sedang dapat amanah menjabat Kepala SMKN 6.

Tujuan Helmi datang langsung ke SMKN 6 untuk memohon ke Kepsek agar menyerahkan ijazah 4 siswa/i yang masih ditahan pihak sekolah karena belum melunasi uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Total tunggakan SPP mencapai Rp 5 juta. Helmi datang bersama para siswa/i yang bersangkutan dengan membawa surat keterangan tidak mampu.

Harapannya, dengan adanya surat keterangan tidak mampu itu, Kepsek bersedia memberikan ijazah keempat siswa tersebut. Namun di sini mulai terjadi sedikit perdebatan, karena Kepala SMKN 6 belum mau memberikan ijazah dengan alasan mau konsultasi, kordinasi dan laporan dulu ke atasan tingkat satu (maksudnya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan atau Dikbud Provinsi, red).

Mendengar itu, Helmi kecewa dan tampak kesal karena menilai Kepala SMKN 6 terlalu bertele-tele. “Kalau tidak ada kendala lagi serahkan ijazah anak-anak. Anda salah kalau menahan ijazah mereka,” tegas Helmi.

Namun Kepala SMKN 6 tetap tidak mau memberikan ijazah saat itu juga dan lebih memilih menelpon Kadis Dikbub Provinsi Bengkulu untuk koordinasi. Helmi akhirnya mulai ‘gerah’ dan langsung mencoba menghubungi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

“Jangan diperpanjang. Kalau diperpanjang nanti ini jadi melebar ke mana-mana. Ok, kalau anda nelpon Kadis, saya nelpon Gubernur! kepalangan biar rame,” ketus Helmi sembari langsung mencoba menghubungi Gubernur Bengkulu.

Saripin tampak cemas saat Helmi mencoba menghubungi Gubernur Bengkulu. “Jangan pak, tidak usah. Janganlah,” ujar Saripin.




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here