Beranda Lintas Kecamatan Banyak Warga Batal Rekam KTP-el, Camat Karena Ada Tumpang Tindih

Banyak Warga Batal Rekam KTP-el, Camat Karena Ada Tumpang Tindih

83
0
DEDI JULIZAR/RKa
PEREKAMAN: Operator perekaman KTP-e sedang melaksanakan tugas di Desa Tanjung Betuah, Senin (12/10).

NASAL – Jumlah warga yang direncanakan melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Kecamatan Nasal sebanyak 544 orang. Namun yang hadir hanya berkisar 50 persen saja. Sisanya batal melakukan perekaman dengan alasan tidak jelas. Perekaman dibagi pada tiga tempat yakni, Desa Bukit Indah, Merpas dan Tanjung Betuah. Ini disampaikan oleh operator data best KTP-e Tri Elpanza saat melaksanakan perekaman di Desa Tanjung Betuah, Senin (12/10).

“Sesuai data hasil perekaman di dua tempat yakni, Bukit Indah dan Merpas. Jauh dari jumlah yang diajukan pihak kecamatan. Untuk perekaman pertama di Desa Bukit Indah hanya 60 orang dari 122 orang yang diajukan. Sedangkan di Desa Merpas hanya 43 orang dari pengajuan 199 orang,” jelasnya.

Pada hari ketiga perekaman di Desa Tanjung Betuah, melihat kehadiran masyarakat dari jumlah yang diajukan 223 orang kurang dari 50 persen. Tapi untuk kepastian pihaknya akan menunggu sampai habis masyarakat mendaftarkan diri untuk melakukan perekaman. Kalau berdasarkan informasi dari pihak desa yang mereka dapat. Jumlah ini berkurang karena yang belum perekaman yang diajukan, sedang sekolah.

“Kami sudah sampaikan data yang tidak perekaman ke kecamatan. Kami minta pihak kecamatan untuk mendata ulang ke pemerintahan desa. Apa penyebab sampai jumlah pengajuan tersebut jauh berbeda saat dilakukan perekaman,” tuntas dia.

Terpisah, Camat Nasal Sirajudin Aksah, M.TPd mengakui, bahwa berdasarkan data yang tidak melakukan perekaman disampaikan pihak operator KTP-e. Memang jumlahnya sedikit dari pengajuan yang mereka sampaikan. Data yang mereka ajukan itu berdasarkan data dari desa. Pihaknya juga telah menyampaikan data yang belum perekaman ke masing – masing desa.

“Bisa jadi jumlah yang melakukan perekaman karena ada tumpang tindih data. Ada yang sudah meninggal dan memiliki KTP-e masih masuk data belum perekaman. Juga memang ada yang baru wajib KTP-el, sedang sekolah,” sebutnya. (mrn)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here