Beranda Berita Utama Bantai Kerbau, Daging dan Isi Perut Diserak

Bantai Kerbau, Daging dan Isi Perut Diserak

245
0

TANJUNG KEMUNING – Sadis! pelaku pembantaian kerbau yang tak bersalah, Sabtu (19/12). Satu ekor kerbau milik Jhandri (34) warga Desa Tanjung Kemuning III Kecamatan Tanjung Kemuning dibantai orang tak dikenal.Anehnya pelaku tidak membawa kabur kerbau yang sudah dibantai. Melainkan dibuang sembarangan. Daging, isi perut serta kepala kerbau sebagian dibuang di sawah dan aliran siring. Kerbau jantan ini dibantai pelaku pada malam hari.

Pemilik hewan ternak baru mengetahui kejadian tersebut saat mengecek ternaknya di lokasi penangkaran. Pemilik ternak tidak melihat keberadaan kerbaunya diantara hewan lain. Setelah dicek, ditemukam daging berserakan serta isi perut. Kemudian, korban menulusuri lokasi penangkaran dan ditemukan kepala kerbau miliknya mengapung dalam siring.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 15 juta lebih. Dilokasi penangkaran terdapat sedikitnya 80 ekor kerbau milik warga. Namun, apesnya kerbau jantan miliknya menjadi sasaran pelaku. Belum diketahui motif dan maksud pelaku melakuka aksi gilanya membantai kerbau membuang dagingnya disembarang tempat. Bahkan, diperikirakan pelaku tidak membawa sedikitpun daging atau isi perut kerbau yang dibantainya. Sebab, hati, rempeloh serta bagian dalam perut hewan ini ditemukan berserakan.

“Entah apa motif pelaku melakukan aksi gilanya ini. Kalau tujuannya mencuri, tentu sudah dibawah kabur paling tidak sebagian. Namun, ini tidak dilakukan pelaku. Semua ada akan tetapi sudah berserakan sengaja dibuang,” ujar Jhandri, Minggu (20/12).

Dikatakan Jhandri, kalau motif pelaku dendam pribadi maka sangat disayangkan jika mengorbankan binatang yang tidak tahu apa-apa. Harusnya jika ada dendam pribadi selesaikan dengan orangnya jangan hewan jadi pelampiasannya. Oleh karenanya, niat baik pelaku ditunggu agar menyelesaikan masalah ini. Pembantaian hewan dengan sadis ini tidak menyelesaikan masalah. Bahkan, dapat menjadi kebiasaan pelakunya. Jika pelaku emosi karena kerbau merusak tanaman maka sangat tidak masuk akal. Sebab, kerbau yang ada di lokasi ini dijaga dengan baik dan tidak pernah masuk ke area pertanian orang lain apalagi sawah.

“Saya sangat kesal dengan pelaku yang membantai kerbau ini. Bukan hanya merugikan, namun aksi membuang daging serta bagian isi perut sangat tidak berkemanusiaan,” ungkap Jhandri.(xst)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here