Beranda Ragam Anyaman Bambu dan Rotan, Kreativitas Bangkit Ekonomi Masa Pandemi Covid-19

Anyaman Bambu dan Rotan, Kreativitas Bangkit Ekonomi Masa Pandemi Covid-19

228
0


IST/RKa
BAMBU : Ibu-ibu sedang membuat bakul dari anyaman berbahan bambu dan rotan.

RKA ONLINE, Membangkitkan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 membutuhkan kreativitas tinggi. Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu di Desa Kepahyang Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur. Untuk meningkatkan ekonomi keluarga, para ibu berkreativitas dengan anyaman bambu. Hasil kerajinan yang dikerjakan secara tradisional sudah menciptakan berbagai macam anyaman. Ada Bakul, Nyiru, Tikar, Keranjang dan sebagainya.

Sudah puluhan hasil karya dalam waktu satu minggu dikerjakan. Melalui kegiatan program pelatihan, Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P). Dan hasilnya sudah dipamerkan kepada warga dan ada juga dibawah ke kecamatan lain. Namun belum dipasarkan secara luas. Peminatnya juga sudah cukup banyak

Kades Kepahyang, Ismail mengatakan, program kegiatan ini, meskipun kerja sambilan masih tetap ditekuni oleh ibu-ibu. Walau pun sudah kurang diminati oleh warga, namun anyaman yang terbuat dari bambu dan rotan merupakan hasil karya yang berasal pada zaman nenek moyang. Hal ini seharusnya tetap dipertahankan hingga sekarang.

“Ini kedepan diharapkan dapat berkembang bahkan akan menjadi ikon industri rumahan berbasis kearifan lokal bagi Pemerintah Desa (Pemdes),” harapnya.

Melihat semangat ibu-ibu sebagai kerja sambilan pembuatan peralatan dari bahan bambu, Pemerintah Desa (Pemdes) berencana akan menganggarkan melalui Dana Desa (DD) kepada perajin pembuatan peralatan dengan anyaman berbahan bambu ini.

Dengan dukungan melalui DD, maka perajin akan lebih bersemangat untuk menciptakan hasil karyanya tersebut. Hasil karya tradisional ini nantinya akan dipasarkan. Sehingga bila menguntungkan maka setidaknya dapat memberikan motivasi untuk lebih giat lagi.

“Bila usaha ini kedepan ada kemajuan dan berkembang, setidaknya dapat memberikan mata pekerjaan dan pencarian pada ibu-ibu. Apalagi di masa pandemic covid-19 seperti saat ini. Nantinya usaha ini akan tetap berkelanjutan, meskipun pandemi sudah bisa diatasi,” jelas Kades.

Pembuatan peralatan dari anyaman bambu sebenarnya sudah lama. Namun sejak ada pelatihan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lentera Hati Desa Kepahyang dapat memberikan semangat pada ibu-ibu untuk berkreativitas.

“Mudah-mudahan kedepan ibu-ibu tetap menggeluti usaha ini dengan pembuatan bahan yang berasal dari bambu ini. Sehingga bisa dipasarkan,” sampainya.

Diakuinya, anyaman yang terbuat dari bambu sebenarnya sangat dikenal masyarakat baik dari dalam bahkan dari luar Kabupaten Kaur. Namun seiring kemajuan zaman, maka peralatan yang terbuat dari bahan bambu sedikit demi sedikit sudah mulai ditinggalkan. Namun masih banyak warga khususnya petani memanfaatkan barang demikian.

“Ibu-ibu dari kaum emak-emak tetap diberikan dukungan sebagai perajin anyaman bambu,” ucapnya.(man)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here