Beranda Advertorial Adman Kembali Dipercaya Pimpin KPNG-SD KS

Adman Kembali Dipercaya Pimpin KPNG-SD KS

160
0
HERY/RKa
SUMPAH: Pengurus KPNG-SD Kecamatan Kaur Selatan (KS) Masa Bhakti 2021-2023 disumpah, Sabtu (23/1).

BINTUHAN – Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2020, Koperasi Pegawai Negeri Guru-guru (KPNG) SD Kecamatan Kaur Selatan (KS) melakukan pemungutan suara, untuk memilik pengurus Masa Bhakti 2021-2023. Menariknya, terdapat dua posisi kepengurusan yang diikuti calon tunggal. Yakni Sekretaris I dan Bendahara.
Adman Dewanta, S.Pd kembali dipercaya untuk menjadi Ketua I Masa Bhakti 2021-2023. Berdasarkan hasil pemungutan suara, kandidat nomor urut 3 ini berhasil mengungguli 2 kandidat lain. Yakni H Ahmad Yunizar kandidat nomor urut 1, dan Zailan, S.Pd Calon Nomor 2.

Perebutan posisi Ketua II juga diikuti oleh 3 kandidat. Ketiga kandidat tersebut yakni, Asmeri Hartawan, S.Pd di nomor urut 1. Bujang, S.Pd sebagai kandidat nomor urut 2. Dan Mansur S.Pd untuk kandidat nomor urut 3. Berdasarkan pengumpulan suara dari anggota, posisi ini diamanahkan kepada Bujang, S.Pd.
Pertarungan head to head di posisi sekretaris 2, Apriantoni Suherja, S.Pd kandidat nomor urut 1 meraih suara lebih banyak dibanding Yeti Hayani, S.Pd yang merupakan satu-satunya kandidat wanita.

Tak dilakukan pungut hitung suara pada posisi, yang hanya diikuti kandidat tunggal. Untuk jabatan Sekretaris 1 kembali diamanahkan pada Hendri D, S.Pd yang juga telah bertugas pada periode sebelumnya. Laulu Zainudin Sinaga, S.Pd kembali di percaya sebagai bendahara KPNG-SD KS.

“Terimakasih atas kepercayaan yang telah di berikan kepada kami. Kami pengurus masa bhakti 2021-2023. Akan semaksimal mungkin berusaha memberikan yang terbaik untuk anggota,” sampai Adman.

Digelar Tiga Sesi
Ditemui di sela kegiatan, Ketua Panitia Sipti Risuan, S.Pd bercerita, sempat terjadi kegalauan untuk pelaksanaan RAT tahun buku 2020. Hal ini lantaran adanya pembatasan jumlah peserta pertemuan. Lantaran situasi daerah masih dalam status darurat Covid-19. Sempat dianjurkan agar RAT diikuti oleh 50 persen anggota. Namun jumlah tersebut dirasa tak cukup mewakili suara anggota. Terlebih dalam pelaksanaan RAT juga dilakukan pemilihan pengurus baru.

Berdasarkan musyawarah anggota dalam pra-RAT, beberapa hari sebelumnya. Maka diputuskan pelaksanaan dilakukan menggunakan sistem shift. Sesi I untuk wilayah Kota Bintuhan. Lalu sesi kedua untuk wilayah timur atau Maje-Nasal. Dan terakhir untuk wilayah barat atau Kecamatan Tetap.

“Memang sempat bingung. RAT ini merupakan kewajiban dan harus dilakukan. Berdasarkan hasil musyawarah diputuskan dilaksanakan menjadi tiga shift,” ujar Sipti Risuan.

Terasa Kurang Berkesan
Lalu Simah (70) salah satu anggota yang telah pensiun. Mengatakan RAT tahun ini terasa kurang berkesan. Hal tersebut karena pembatasan jumlah peserta. Dirinya tak bisa bertemu dengan rekan seangkatannya. Momen RAT biasanya sebagai waktu reuni bagi ia dan teman-temannya.

“Seperti ada yang kurang. Biasanya bisa reuini dengan rekan-rekan yang sama-sama telah pensiun. Tapi untuk tahun ini tak bisa dilakukan,” sampainya. (yie)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here